Mentan Temui Mendag untuk Telusuri Penerbitan SIP Beras Vietnam

KBR68H, Jakarta - Menteri Pertanian Suswono segera bertemu Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan untuk membahas impor beras asal Vietnam yang diduga menyalahi prosedur.

NASIONAL

Selasa, 28 Jan 2014 22:32 WIB

Author

Gungun Gunawan

Mentan Temui Mendag untuk Telusuri Penerbitan SIP Beras Vietnam

kemendag, beras, ilegal

KBR68H, Jakarta - Menteri Pertanian Suswono segera bertemu Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan untuk membahas impor beras asal Vietnam yang diduga menyalahi prosedur.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan, besok dirinya akan mengirimkan surat kepada Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan untuk segera mengatur jadwal pertemuan. Suswono menegaskan, kementeriannya tidak pernah menerbitkan rekomendasi impor beras medium kepada Kemendag.

"Kita akan telusuri bagaimana sehingga terjadi hal ini. Siapa pelakunya? Siapa yang memberi rekomendasi? apakah kecerobohan dari Kementerian Perdagangan yang mengeluarkan SPI atau para importir ini yang menyalahgunakan izin yang diperoleh. Sangat fair kalau ditelusuri dulu akar masalahnya. Kemendag jangan langsung menuduh seolah-olah Kementan yang mengeluarkan izin. Padahal saya cek ke dirjen P2HP tidak ada izin itu," kata Suswono saat dihubungi KBR68H, Selasa (28/1).

Menteri Pertanian Suswono menambahkan, beras medium asal Vietnam yang beredar adalah ilegal. Kata dia, untuk mengeluarkan rekomendasi impor, Kementan harus rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian.

Beberapa waktu lalu terungkap beredarnya beras medium asal Vietnam yang beredar di pasar Induk Cipinang. Ditjen Bea Cukai mengklaim beras itu legal karena mengantongi Surat Perizinan Impor (SPI) dari Kemendag. Sementara itu Kemendag mengklaim menerbitkan SPI karena ada rekomendasi dari Kementan melalui dirjen Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil PErtanian (P2HP).

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17