Karyawan Perusahaan Tambang Terancam Di-PHK

KBR68H, Jakarta - Asosiasi Tembaga Emas Indonesia (ATEI) memperkirakan pemecatan karyawan perusahaan tambang bakal terjadi jelang pemberlakuan program hilirisasi mineral (smelter) 12 Januari mendatang.

NASIONAL

Jumat, 03 Jan 2014 07:50 WIB

Author

Gun Gun Gunawan

Karyawan Perusahaan Tambang Terancam Di-PHK

smelter, perusahaan tambang, dipecat, UU Minerba

KBR68H, Jakarta - Asosiasi Tembaga Emas Indonesia (ATEI) memperkirakan pemecatan karyawan perusahaan tambang bakal terjadi jelang pemberlakuan program hilirisasi mineral (smelter) 12 Januari mendatang. Ketua ATEI, Natsir Mansyur mengatakan, hal tersebut dikarenakan belum semua perusahaan tambang mampu membangun smelter sendiri. Untuk itu, dia berharap pemerintah memberikan kompensasi bagi perusahaan yang belum mampu membangun smelter sendiri.

"Jadi bagaimana kebijakan itu jalan tanpa mengorbankan para pekerja tambang yang jumlahnya hampir 4 juta orang. Kami usulkan kepada pemerintah supaya memberikan izin ekspor mentah kepada perusahaan yang belum mampu membangun smelter sendiri minimal 2 hingga 4 tahun," kata Natsir Mansyur saat dihubungi KBR68H.

Minggu depan pemerintah akan menjalankan program hilirisasi mineral (smelter). Melalui Undang-Undang tenang Minerba, pemerintah melarang perusahaan tambang mengekspor mineral dalam bentuk mentah. Untuk itu pemerintah mewajibkan tiap perusahaan tambang membangun smelter sendiri.

MenteriPerindustrian (Menperin) MS Hidayat mengklaim, saat ini sudah ada 153 investor yang tertarik berinvestasi smelter (pabrik pemurnian) mineral dan batubara (minerba) di Indonesia. Investor tersebut antara lain berasal dari Cina, Singapura, Hongkong dan Korea.

Ia mencontohkan, Singapura. akan bekerja sama dengan Pemerintah Sumatera Selatan untuk membangun smelter atau industri pengolahan biji besi dengan nilai investasi 400 juta dolar AS.

"Kita harus sudahi mengimpor bahan mentah secara besar-besaran," tegasnya. Hidayat mengatakan, berdasarkan keputusan Presiden, industri hilirisasi mineral diserahkan kepada Kementerian Perindustrian.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17