Cuaca Buruk, Nelayan Berutang pada Rentenir

Cuaca buruk mengakibatkan nelayan di Pulau Jawa bergantung pada rentenir atau lintah darat. Ini karena nelayan tak mempunyai keahlian lain di luar aktivitas hariannya sebagai nelayan.

NASIONAL

Rabu, 22 Jan 2014 14:18 WIB

Author

Nur Azizah

Cuaca Buruk, Nelayan Berutang pada Rentenir

cuaca buruk, nalayan, utang, rentenir

KBR68H, Jakarta - Cuaca buruk mengakibatkan nelayan di Pulau Jawa bergantung pada rentenir atau lintah darat. Ini karena nelayan tak mempunyai keahlian lain di luar aktivitas hariannya sebagai nelayan. 


Presidium Kelompok Tani Nelayan Indonesia (KTNI) region Jawa Sugeng Nugroho mengatakan, pemerintah bahkan masih belum tanggap menangani siklus kehidupan nelayan itu. 


"Saya kira bahwa cuaca ekstrem ini merupakan bencana nasional. Bencana untuk nelayan, Sehingga nelayan dalam kurun waktu beberapa minggu ini praktis tidak bisa melaut. Nah, untuk sehari harinya nelayan praktis tidak bekerja karena nelayan tidak mempunyai keahlian lain. Jadi kebutuhan sehari-hari mereka menggantungkan utang. Kadang kadang terpaksa utang dengan rentenir. Sampai saat ini pemerintah belum begitu tanggap, ya," terang Sugeng dalam Program Sarapan Pagi KBR68H, Rabu (22/01).


Sugeng Nugroho meminta pemerintah untuk memberikan bantuan pelampung agar nelayan tetap bisa melaut. Pihaknya, kata Sugeng, meminta pemerintah menetapkan kondisi cuaca buruk menjadi bencana nasional bagi nelayan. Termasuk memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada seluruh keluarga nelayan yang juga terdampak cuaca buruk beberapa pekan terakhir. 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada