Pemerintah Siapkan 220 Miliar untuk Kompensasi Flu Burung

Pemerintah menyiapkan dana Rp 220 miliar sebagai kompensasi bagi peternak yang itiknya yang terkena virus flu burung varian baru.

NASIONAL

Kamis, 10 Jan 2013 19:10 WIB

Author

Ade Irmansyah

flu burung, kompensasi

KBR68H, Jakarta – Pemerintah menyiapkan dana Rp 220 miliar sebagai kompensasi bagi peternak yang itiknya yang terkena virus flu burung varian baru. Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan mengatakan, dana ratusan miliar rupiah itu juga digunakan untuk produksi vaksin. Kata dia, pencairan uang itu sudah disampaikan ke Kementerian Keuangan untuk disetujui.

“Ya itu nanti yang 220 Miliar itu cair kita bagiin, lebih utama kalo kita memberikan saproditnya lah. Itu ke itik yang mati atau itik yang dibakar ? Kalau itik yang mati mungkin diberikannya dalam bentuk bibit itiknya yah. Kalau yang harus dimatikan ya bisa saja dia mendapat kompensasi income gitu ya, walau pun tidak sebesar nilai jual itik yang normal ya, tapi paling tidak diakan harus menyambung hidup juga,”jelasnya.

Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan menambahkan, vaksin flu burung siap diedarkan pada 23 Februari mendatang. Menurutnya, kebutuhan vaksin baru diperkirakan mencapai 25 juta dosis. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, awal Januari lalu, jumlah Itik yang mati akibat flu burung lebih dari 240 ribu ekor. Jumlah kematian itik terbesar terjadi di Jawa Tengah, disusul oleh Jawa Timur. Saat ini, tercatat hampir 70 kabupaten dan 11 provinsi menjadi daerah penyebaran flu burung.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Filipina Memperingatkan Warga Siaga Karena Gunung Taal Berpotensi Meletus Lagi