Pemeriksaan Zulkarnaen Mallarangeng di KPK Cuaca

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum dapat memastikan pemeriksaan terhadap Zulkarnaen Mallarangeng akan dilakukan besok. Adik bekas Menpora Andi Mallarangeng itu diduga tersangkut korupsi proyek sarana olahraga di Hambalang, Jawa Barat.

NASIONAL

Jumat, 18 Jan 2013 10:23 WIB

Author

Ade Irmansyah

Pemeriksaan Zulkarnaen Mallarangeng di KPK Cuaca

Zulkarnaen Mallarangeng

KBR68H, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum dapat memastikan pemeriksaan terhadap Zulkarnaen Mallarangeng akan dilakukan besok. Adik bekas Menpora Andi Mallarangeng itu diduga tersangkut korupsi proyek sarana olahraga di Hambalang, Jawa Barat.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengatakan, pemeriksaan tergantung kondisi cuaca Jakarta. Sebab hari ini gedung KPK tergenang banjir. Bahkan tahanan KPK dievakuasi ke rutan KPK lainnya.

"Yang mendukung seluruh perlengkapan ini harus dimatikan. Nah kalau itu dimatikan, maka sarana dan prasarana jadi gak bisa kerja kan. Jangankan itu air bersih saja gak ada nih. Nah itu yang juga jadi soal. Maka caranya adalah, satu tahanan dibawah sudah dievakuasi. Tapi saya belum ngecek nih apakah sudah pada dievakuasi apa masih ada yang disitu. Nanti akan dilihat, itu akan disebar kayaknya. Apakah nanti akan ke Guntur, atau ke Cipinang, ataukah ke salemba. Nanti akan dilihat," jelas Bambang Widjajanto.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto menambahkan, pemeriksaan terhadap tersangka maupun saksi yang dijadwalkan hari ini dibatalkan. Sebab listrik yang digunakan untuk menjalankan sistem yang digunakan oleh KPK terpaksa dimatikan karena banjir menggenang gedung KPK.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi