covid-19

ICRP: Homati Kekhususan Setiap Sekolah dalam Pendidikan Agama

KBR68H, Jakarta - Indonesian Conference on Relegion and Peace (ICRP) meminta seluruh pihak menghormati kekhususan setiap sekolah dalam memenuhi kewajiban pendidikan agama anak.

NASIONAL

Selasa, 29 Jan 2013 08:34 WIB

Author

Nurika Manan

ICRP: Homati Kekhususan Setiap Sekolah dalam Pendidikan Agama

ICRP, pendidikan agama

KBR68H, Jakarta - Indonesian Conference on Relegion and Peace (ICRP) meminta seluruh pihak menghormati kekhususan setiap sekolah dalam memenuhi kewajiban pendidikan agama anak. Ini menyusul penolakan pemerintah Blitar atas opsi sekolah katolik yang memberikan pendidikan agama bagi siswa muslim di luar pendidikan reguler. Ketua ICRP Musdah Mulia mengatakan, sekolah katolik yang berada di bawah yayasan tersebut seringkali mengalami kesulitan dalam hal anggaran untuk pemenuhan kewajiban ini.

"Semacam tekanan terhadap Sekolah Katolik yang dinilai tidak memberikan pelajaran Agama Islam kepada siswa-siswanya yang beragama Islam. Tetapi sebetulnya, pihak sekolah sudah memberikan opsi bahwa mereka tidak memberikan pendidikan sendiri di sekolah mereka, namun dengan mengikutsertakan anak didik mereka ke sekolah lain, sekolah Islam (pesantren atau sekolah agama). Tetapi opsi ini belum diterima oleh Bupati Blitar." Ujar Musdah usai audiensinya dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di Kantor MK.

Pengurus Harian ICRP lainnya Hariyanto menambahkan, sekolah tersebut tidak mendapatkan anggaran dari pemerintah seperti sekolah negeri pada umumnya. 


Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan, semestinya opsi tersebut dapat diambil. Sebelumnya, enam Sekolah Katolik di bawah Yayasan Katolik Blitar diwajibkan memberikan pelajaran agama non-katolik kepada siswanya yang beragama selain Katolik. Enam sekolah tersebut tidak menyediakan pelajaran agama lain kepada siswa-siswanya

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Niatan Berantas Intoleransi di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 7

Akses Pendidikan untuk Asa Masa Depan Anak Pemulung