Educating for Justice: Nike Belum Sejahterakan Buruh Indonesia

NASIONAL

Senin, 14 Jan 2013 23:10 WIB

Author

Sasmito

Nike, Sweatshop, Buruh, Upah murah, Jim Keady

KBR68H, Jakarta - Lembaga Advokasi Buruh Nike, Educating for Justice, menilai perusahaan perlengkapan olahraga Nike belum mensejahterakan buruhnya.

 

Direktur Educating for Justice Jim Keady mengatakan, keuntungan Nike di tahun 2012 mencapai Rp22 triliun. Namun upah buruhnya masih berkisar Rp1,2 juta atau kurang dari 150 dolar.

"Di sukabumi dengan angka upah Rp1,1 juta. Buruh harus banyak mengeluarkan biaya seperti kamar Rp250 ribu per bulan, beli minum Rp25 ribu, belum transportasi yang bisa mencapai Rp350 ribu. Sisanya Rp600 ribu, darimana mereka harus makan?" kata Jim.

Direktur Educating for Justice, Jim Keady menambahkan, Nike mempekerjakan 1,1 juta buruh di 912 pabrik di 47 negara. Perusahaan itu mampu memproduksi sepatu dengan berbagai macam model sebanyak 50 ribu pasang tiap tahunnya.

James menyebutkan, sekira 31 persen penguasaan pasar Nike di dunia, melebihi penguasaan pasar Reebok dan Adidas.

Nike memiliki 40 pabrik di Indonesia dengan buruh mencapai lebih dari 700 ribu orang, yang menyerap pekerja paling banyak diantara perusahaan Nike lainnya.

Jim Keady menyebut praktik upah murah yang dilakukan Nike sebagai sweatshop atau pabrik pemeras keringat buruh. Educating for Justice merupakan LSM yang berbasis di Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun Jim Keady bolak-balik Amerika-Indonesia.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7