Demi Stabilisasi Harga, Bulog Ingin Jadi Importir Kedelai

Perum Badan urusan logistik (Bulog) meminta kewenangan kepada pemerintah untuk menjadi importir kedelai demi menyetabilkan harga dan mengamankan cadangan.

NASIONAL

Jumat, 11 Jan 2013 14:49 WIB

Author

Ade Irmansyah

Demi Stabilisasi Harga, Bulog Ingin Jadi Importir Kedelai

kedelai, bulog

KBR68H, Jakarta - Perum Badan urusan logistik (Bulog) meminta kewenangan kepada pemerintah untuk menjadi importir kedelai demi menyetabilkan harga dan mengamankan cadangan. Direktur Perum Bulog, Sutarto Alimoeso mengatakan, hal ini dilakukan karena Kementerian Keuangan telah menyatakan bahwa tidak ada alokasi anggaran bagi bulog untuk menstabilkan harga kedelai dalam negeri.
 
“Dengan posisi seperti itu, kemudian prediksi, semua kan masih prediksi kan, kemungkinan harus import satu juta. Begitu diputuskan di rakor kemudian dikeluarkanlah perintah kepada bulog untuk impor satu juta. Tapi dalam negeri ini harus dikejar terus, ternyata tidak perlu satu juta, kami minta izin diturunkan. Artinya tetap izinnya satu juta tapi tidak kami penuhi, rakortas juga menyetujui,”jelasnya.

Direktur Perum Bulog, Sutarto Alimoeso menambahkan, saat ini pemerintah membahas regulasi tersebut. Namun, bisa saja pilihan regulasi itu dalam bentuk lain, misalnya anggaran pemerintah yang diambil dari APBN. Sebelumnya, Pemerintah berencana mengimpor 400 ton kedelai pada 2013. Impor tersebut untuk menutupi kebutuhan kedelai yang mencapai 1,5 juta ton pertahun. Saat ini produksi kedelai baru mencapai 750 ton pertahun.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi