Cuaca Buruk Ganggu Distribusi Sembako

Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) mengklaim kenaikan harga sembilan bahan pokok seperti beras, bukan karena gangguan produksi, tapi lebih diakibatkan gangguan penyaluran.

NASIONAL

Senin, 14 Jan 2013 14:30 WIB

Author

Ade Irmansyah

gelombang tinggi, perairan indonesia

Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) mengklaim kenaikan harga sembilan bahan pokok seperti beras, bukan karena gangguan produksi, tapi lebih diakibatkan gangguan penyaluran.

Ketua Umum KTNA, Winarno Tohir mengatakan, cuaca buruk mengganggu jalur distribusi sembako di laut, darat maupun udara di berbagai wilayah Indonesia. Menurut dia, hingga saat ini para petani terus memproduksi beras dan sayur mayur meski terjadi cuaca buruk.

"Ya, jadi kami dengan teman-teman, karena ini faktornya tranportasi ya, kita tidak bisa membantu menyelesaikan. Kita tetap berproduksi, meski cuaca sedang ekstrem. Karena kami juga kesulitan ya menghadapi iklim ini. Banyak jamur, karena tanah terlalu basah. Mungkin kita lebih fokus pada penanganan, hawa penyakitnya ada di lapangan. Sehubungan dengan iklim, beban iklim ini dan menghadapi banjir gitu yah, hama penyakit, kami lebih fokus ke situ,” kata Winarno.

Ketua Umum KTNA, Winarno Tohir menjamin ketersediaan sejumlah bahan pokok beras dan sayuran akan cukup hingga panen raya Maret nanti. Menurut dia, KTNA menganggap kenaikan harga bahan kebutuhan pokok masih wajar. Meski begitu, dia tetap berharap Menteri Pertanian bisa segera menyelesaikan masalah yang dihadapi petani pada saat musim cuaca buruk berlangsung.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi