Choel Mallarangeng Akui Terima Uang dari Dedy Kusdinar

NASIONAL

Jumat, 25 Jan 2013 22:14 WIB

Author

Ade Irmansyah

Choel Mallarangeng Akui Terima Uang dari Dedy Kusdinar

Megaproyek Hambalang, Kasus korupsi Hambalang, Andi Alfian Mallarangeng, Zulkarnain Mallarangeng

KBR68H, Jakarta – Andi Zulkarnain Mallarangeng mengaku mendapat hadiah berupa uang dari tersangka korupsi megaproyek Hambalang, Dedy Kusdinar.


Hadiah uang diberikan saat Zulkarnaen atau akrab dipanggil Choel Mallarangeng berulang tahun. Hal itu disampaikan Choel usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) malam ini.


Ia mengatakan, hadiah uang itu diberikan pada akhir Agustus 2010 lalu. Meski begitu ia mengklaim, pemberian duit itu tak ada kaitannya dengan pengurusan proyek pembangunan pusat pelatihan olahraga di Hambalang, Jawa Barat.


Adik kandung bekas Menpora Andi Alfian Mallarangeng ini juga menolak menyebutkan nilai uang yang diterima dari Dedy Kusdinar.


“Saudara Dedi Kusnidar pernah datang ke rumah saya pada saat saya ulang tahun pada tanggal 28 Agustus 2010, pada saat itu saya ulang tahun. Karena itu malam hari ulang tahun saya yang bertepatan dengan ulang tahun putri saya, Gea. Dan pada saat hari Sabtu waktu itu saya ingat, ada menitipkan sesuatu yang saya anggap waktu itu adalah hadiah ulang tahun. Yang kemudian ternyata saya sadari bahwa jumlahnya cukup besar. Saya sudah laporkan tadi dengan baik kepada KPK dan saya juga melaporkan, saya menyatakan bahwa saya siap mengembalikan apabila itu diminta segera," kata Choel Mallarangeng.


Nama Choel Mallarangeng itu masuk daftar nama yang dicegah bepergian ke luar negeri. Pencegahan diajukan ke Imigrasi bersamaan dengan pencegahan terhadap Andi Mallarangeng dan pejabat PT Adhi Karya M Arief Taufiqurrahman. 


Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan bekas Menpora, Andi Mallarangeng danpejabat komitmen di Kemenpora, Dedi Kusdinar sebagai tersangka. Keduanya diduga menyalahgunakan wewenang, sehingga merugikan negara lebih dari Rp240 miliar.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR