Bagikan:

Nilai Ekspor Indonesia Cetak Rekor Tertinggi di 2021

Angka itu ditopang oleh ekspor migas mencapai US$9,85 miliar dan nonmigas sebesar US$176,47 miliar atau naik 41,2 (yoy)

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Jumat, 10 Des 2021 16:34 WIB

Author

Ranu Arasyki

Nilai Ekspor Indonesia Cetak Rekor Tertinggi di 2021

Pekerja menunjukkan lobster salah satu komoditas ekspor di Samatiga, Aceh Barat, Rabu (8/12/2021). (Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas)

KBR, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia mencetak surplus mencapai US$30,81 miliar sepanjang Januari hingga Oktober 2021 atau meningkat 41,26 persen year on year (yoy).

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Kemendag Arlinda Imbang mengatakan, pertumbuhan tersebut merupakan capaian tertinggi sejak 10 tahun terakhir yang terjadi dalam neraca perdagangan Indonesia.

"Totally itu kita mencapai surplus di bulan Januari sampai Oktober 2021 sampai Oktober 2021 itu US$30,81 miliar. Kita berharap mudah-mudahan di bulan November dan Desember ini terjadi peningkatan yang cukup baik sehingga kita optimis di tahun 2021 ini," ujar Arlinda Imbang dalam diskusi daring, Jum'at (10/12/2021).

Angka itu ditopang oleh ekspor migas mencapai US$9,85 miliar dan nonmigas sebesar US$176,47 miliar atau naik 41,2 (yoy). Di sisi impor, Indonesia masih mengandalkan impor dari sektor migas senilai US$19,13 miliar dan nonmigas senilai US$136,38 miliar.

Baca Juga:

Sementara, per Oktober 2021, ekspor non migas mencapai US$21 miliar atau naik 6,7 persen month on month (mom). Pada bulan yang sama, Indonesia telah mengimpor US$14,40 miliar atau naik sedikit sebesar 0,19 persen mom.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?