Ekonom Sarankan Restrukturisasi Kredit Untuk UMKM Tetap Berjalan

"Saya kira ini harus ada kebijakan yang sifatnya preventif bahwa alokasi untuk UMKM bisa dipertahankan, paling tidak, tidak terlalu berkurang karena kebutuhannya masih relatif tinggi,"

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Senin, 06 Des 2021 20:12 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ekonom Sarankan Restrukturisasi Kredit Untuk UMKM Tetap Berjalan

Aktivitas UKM pembuatan kerupuk di Sentra Home Industri dan UKM di Serang, Banten, Jumat (19/11/2021). (Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman)

KBR, Jakarta - Ekonom Indef Tauhid Ahmad menyarankan alokasi restrukturisasi kredit untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dipertahankan pada 2022, mengingat kebutuhan UMKM masih tergolong tinggi pasca pemulihan ekonomi akibat Covid-19.

"Saya kira ini harus ada kebijakan yang sifatnya preventif bahwa alokasi untuk UMKM bisa dipertahankan, paling tidak, tidak terlalu berkurang karena kebutuhannya masih relatif tinggi," kata Tauhid Ahmad kepada KBR, Senin (6/12/2021).

Dia mengatakan, di segi jumlah debitur program restrukturisasi didominasi oleh UMKM dibandingkan pengusaha menengah-besar dan korporasi. Namun begitu, jika melihat di segi nilai pinjaman, angka penetrasi kredit debitur non UMKM jauh lebih besar.

Baca Juga:

Tauhid mengatakan program restruktrukturisasi kredit yang diberikan perbankan seharusnya dapat dikurangi bertahap dengan catatan kasus pandemi tidak mengalami lonjakan saat terjadi pemulihan ekonomi nasional.

"Tapi kalau ekonomi semakin baik restrukturisasinya harus dihentikan. Tahunnya kapan saya belum bisa pastikan. Tapi itu memang harus dikurangi seiring membaiknya dunia usaha sehingga mereka bisa mengakses dan mengembalikan kredit yang mereka pinjam cukup besar dan tidak menjadi hambatan," ujarnya.

Tauhid berujar, regulator dan lembaga jasa keuangan harus memastikan perbaikan kondisi dunia usaha dan mengukur kemampuan keuangan para nasabah dalam mengembalikan dana pinjaman.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Bersiap Pelat Nomor Kendaraan Ganti Warna dan Dipasangi Chip