[Advertorial] Kemenkes Datangkan Kontainer Pendingin Jenazah Korban Tsunami

Pemerintah akan selalu memastikan penanganan korban dampak bencana dapat berjalan dengan baik. Salah satu bentuk dukungan adalah dengan mengirimkan kontainer pendingin jenazah

KABAR BISNIS , KABAR BISNIS

Kamis, 27 Des 2018 11:29 WIB

Author

Paul M Nuh

[Advertorial] Kemenkes Datangkan Kontainer Pendingin Jenazah Korban Tsunami

foto: Antara

Hingga hari keempat pasca tsunami korban meninggal dunia sudah mencapai 409 jiwa. Berdasarkan data dari BNPB, 299 korban ditemukan di wilayah Banten dan 110 korban lainnya ditemukan di Propinsi Lampung.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr Achmad Yurianto menjelaskan, bahwa setiap jenazah akan diidentifikasi terlebih dahulu oleh tim DVI Polri. Setelah itu baru bisa diserahkan kepada keluarga korban atau disimpan sementara di fasilitas rumah sakit setempat. Masalahnya, selain proses identifikasi yang cukup memakan waktu, juga tidak semua jenazah langsung diambil oleh keluarganya. Dampaknya terjadi penumpukan di fasilitas penyimpanan jenazah rumah sakit setempat, padahal tidak semua rumah sakit tersebut mempunyai fasilitas yang memadai. Hal ini contohnya terjadi di RSUD Berkah Pandeglang.  

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK, Sonny Harry B Harmadi menjelaskan bahwa pemerintah akan selalu memastikan penanganan korban dampak bencana dapat berjalan dengan baik. Untuk mendukung layanan di rumah sakit tersebut, Kementerian Kesehatan telah mengirimkan 1 kontainer pendingin untuk jenazah.  

“Memperhatikan kebutuhan yang ada, kami kemarin siang (25/12) berkoordinasi dengan Tim DVI Polri, mengirimkan kontainer pendingin untuk jenazah dari Jakarta ke Pandeglang. Namun perlu dipahami bahwa pengangkutan kontainer membutuhkan proses karena diangkut dengan truk trailer,” terang Ahmad Yurianto.

“1 unit kontainer yang ada dapat menampung 50 jenazah. Hingga sore tadi tersisa 20 jenazah yang sudah teridentifikasi namun belum diambil keluarga. Kami akan cek segera tambahan jenazah malam ini, jika melampaui kapasitas 50 jenazah, kami akan segera koordinasi dengan Kepala RSUD dan Tim DVI Polri untuk memesan kontainer pendingin tambahan,” tutup Yuri. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.