Wapres: Pengusaha Besar Tak Usah Urus Produk Kecil

“Yang gede-gede itu tidak ngurusin yang kecil-kecil. Supaya ekonomi rakyat diberikan kepada pengusaha lemah UMKM, itu arahnya ke sana, yang gede ngurus yang gede, yang kecil biar kepada UMKM".

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Jumat, 15 Nov 2019 13:56 WIB

Author

Dwi Reinjani

Wapres: Pengusaha Besar Tak Usah Urus Produk Kecil

Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat peluncuran buku The Ma'ruf Amin Way di Jakarta (3/10/2019). (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin, meminta agar pengusaha besar ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak usah ikut-ikutan mengurusi penjualan produk-produk berskala kecil. 

Menurutnya, selama ini pengusaha besar banyak menyerobot produk-produk yang seharusnya bisa menjadi lahan usaha dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), seperti misalnya penyediaan cangkul.

“Yang gede-gede itu tidak ngurusin yang kecil-kecil. Supaya ekonomi rakyat diberikan kepada pengusaha lemah UMKM, itu arahnya ke sana, yang gede ngurus yang gede yang kecil biar kepada UMKM. Usaha-usaha minuman, pacul, cangkul pokoknya yang kecil-kecil yang bisa dikerjain oleh pengusaha kecil jangan diurusi pengusaha besar,” ujar Ma'ruf, di JCC - Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Menurut Ma'ruf, seharusnya jika ingin mengembangkan UMKM dan mendongkrak perekonomian masyarakat, pengusaha besar harus memberi peluang bagi pengusaha kecil untuk maju dan berkembang. 

Selain itu, Wapres juga mengatakan, pemerintah tengah mendorong industri perbankan untuk mempermudah para UMKM mendapat bantuan dana usaha.

Ia mengatakan jika permodalan usaha lancar bagi UMKM, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan agar meningkatkan daya saing dan kualitas produk, adalah dengan membantu pelatihan bagi para pengusaha kecil. Juga, mendorong agar menciptakan produk yang inovatif dan variatif serta market friendly.

“Kita dorong para pengusaha kecil supaya (produknya) lebih berkualitas. Juga kita dorong agar mereka menjadi nasabah dari lembaga keuangan syariah. Karena kita juga harus mendorong perekonomian syariah untuk UMKM yang lebih baik,” ujar suami dari Wury Estu Handayani itu. 

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mahkamah Agung Tuai Protes Usai Mengobral Pengurangan Hukuman Koruptor