[Advertorial] Re.juve Menginovasi Warisan Rempah Indonesia ke Level Premium

Terinspirasi oleh jamu, kami menciptakan versi minuman tradisional yang lebih baik, lebih sehat dan lebih higienis dengan rempah-rempah khas Indonesia seperti kunyit, jahe, kencur, temulawak dan sereh

KABAR BISNIS

Rabu, 27 Nov 2019 15:40 WIB

Author

Paul M Nuh

[Advertorial] Re.juve Menginovasi Warisan Rempah Indonesia ke Level Premium

Sejak dahulu Indonesia terkenal akan kekayaan rempah-rempahnya. Penggunaan rempah-rempah sebagai obat sudah lama menjadi tradisi masyarakat lokal. Nenek moyang kita pun memanfaatkan rempah-rempah untuk membuat jamu atau minuman tradisional lainnya, baik untuk kesehatan maupun menjaga stamina. 

Di era modern, banyak orang yang tidak menyukai jamu terutama di kalangan anak muda, bukan karena sulit ditemukan tetapi rasa dan kerumitan dalam meraciknya. Terinspirasi oleh resep tradisional serta manfaatnya, Re.juve sebagai pelopor makanan & minuman lezat, sehat dan jujur di Indonesia, ingin membangkitkan memori, manfaat dan kelezatan dari minuman tradisional Indonesia. “Misi utama Re.juve sejak berdiri pada 2014 adalah membuat semakin banyak orang hidup lebih bahagia melalui produk yang lezat, sehat dan jujur. Kami berkomitmen untuk selalu jujur dan transparan dalam setiap bahan-bahan yang kami gunakan, terlihat jelas dalam setiap botol, tanpa menyembunyikan apapun. Apa yang konsumen lihat adalah apa yang mereka dapatkan #CleanLabel,” tutur Richard Anthony, CEO dan Presiden Direktur Re.juve.


“Re.juve sebagai 100% merk lokal dengan bangga membawa rempah-rempah Indonesia ke tingkat premium. Terinspirasi oleh jamu, kami menciptakan versi minuman tradisional yang lebih baik, lebih sehat dan lebih higienis dengan rempah-rempah khas Indonesia seperti kunyit, jahe, kencur, temulawak dan sereh. Produk kami terasa lebih baik karena terbuat dari bahan-bahan asli, segar (bukan konsentrat atau bubuk), bebas gula dan laktosa. Kami menggunakan susu kacang almond yang cocok untuk kaum vegan, sebagai pengganti susu sapi.

Re.juve dengan bangga menghadirkan varian minuman tradisional dengan proses cold-pressed pertama di Indonesia dan shots yang sudah pasti sehat dan dapat dinikmati karena telah melalui riset mendalam dan pengawasan kualitas terbaik, sesuai dengan misi kami,” tambah Richard. Re.juve hanya menggunakan rempah-rempah segar, terbaik dan berkualitas tinggi dengan beberapa manfaat yang baik untuk tubuh. Kencur dan jahe dipercaya dapat membantu meredakan rasa lelah dan pegal-pegal, memperbaiki kesehatan pencernaan, meredakan gejala flu dan meningkatkan stamina. Bahan-bahan lain yang Re.juve gunakan adalah temulawak dan kunyit, berguna menjaga kesehatan liver, meningkatkan fungsi ginjal, pencernaan dan metabolisme. Kedua bahan tersebut memilki sifat anti peradangan.

Minuman tradisional Re.juve terjamin 100% cold-pressed, segar dan alami tanpa penambahan pemanis buatan, bahan pengawet dan tanpa konsentrat. 

Varian terbaru Minuman Tradisional Re.juve 

  1. Almond Kencur 
    • Bahan: Kacang Almond, Kencur segar, Jahe segar, Temulawak segar, Lemon segar, Gula Kelapa Organik, Air RO, sedikit Garam Laut 
  2. Almond Bandrek 
    • Bahan: Kacang Almond, Jahe segar, Sereh segar, Gula Kelapa Organik, Air RO, sedikit Garam Laut 
  3. Tropic Sereh 
    • Bahan: Air Kelapa segar, Nanas segar, Sereh segar, Lemon segar 
  4. Tropic Temulawak 
    • Bahan: Air Kelapa segar, Lemon segar, Temulawak segar, Gula Kelapa Organik 


Varian terbaru Re.juve Shots: 
  1. Curcuma Ginger Bahan: Jahe segar, Temulawak segar, Lemon segar, Apel Hijau segar 
  2. Turmeric Ginger Bahan: Jahe segar, Temulawak segar, Lemon segar, Apel Hijau segar 
  3. Galanga Ginger Bahan: Jahe segar, Kencur segar, Lemon segar, Apel Hijau segar 
  4. Celery Ginger Bahan: Stik Seledri segar, Jahe segar, Lemon segar 
“Sejalan dengan misi kami, Re.juve berharap varian minuman tradisional dapat membantu masyarakat hidup lebih bahagia dan menjadi bagian dari gaya hidup. Konsumen dapat dengan mudah mendapatkan produk tersebut di semua toko Re.juve baik Jabotabek, Surabaya, Bali per tanggal 23 November 2019,” tutup Richard. 

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada