ADVERTORIAL

Rebranding BKKBN: Fokus Pada Generasi Muda

Hasto: rebranding diperlukan untuk membentuk persepsi yang benar bagi publik sehingga mengenal apa itu BKKBN, khususnya pada lapisan generasi muda yaitu millenial dan zillenial

KABAR BISNIS

Jumat, 16 Okt 2020 17:08 WIB

Rebranding BKKBN: Fokus Pada Generasi Muda

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya program-program yang dilaksanakan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan rebranding sebagai cara baru dalam berkomunikasi dengan masyarakat. BKKBN sadar bahwa perubahan zaman juga harus diikuti melalui bentuk, cara kerja dan target mereka sebagai lembaga yang berada di hulu dalam hal pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Dalam webinar bertajuk Sosialisasi Rebranding dan Reformasi Birokrasi Bagi Penyuluh KB yang diselenggarakan hari Jumat, 16 Oktober 2020, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan bahwa rebranding diperlukan untuk membentuk persepsi yang benar bagi publik sehingga mengenal apa itu BKKBN, khususnya pada lapisan generasi muda yaitu millenial dan zillenial.

Rebranding ini meliputi pembaruan berupa logo, tagline, jingle, serta seragam kerja BKKBN. Dalam rangka rebranding, juga perlu diingat bahwa dalam seluruh aktivitas BKKBN terus fokus dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

"Bukan ambisius tetapi antusias lah, bahwa harus ada perubahan di tangan kita. Artinya berubah menjadi lebih baik, inilah prinsip reformasi birokrasi. Tidak cukup menjadi orang baik, tetapi juga harus membuat perbaikan. Kita harus selalu mencari cara untuk membuat perubahan", ucap Hasto Wardoyo.

Sasaran kampanye BKKBN bukan hanya kepada pasangan yang sudah menikah, tetapi juga kepada anak muda yang belum menikah sehingga diperlukan pendekatan yang lebih akrab untuk generasi muda. Jika sebelumnya kita mengenal kalimat "dua anak saja cukup" sekarang BKKBN menekannya perubahan slogan menjadi "Berencana itu Keren". Hal ini dilakukan dengan melihat bahwa target saat ini adalah para milenial yang akan menjadi orang tua, dan sangat perlu adanya perencanaan yang matang untuk membentuk keluarga yang harmonis serta mempersiapkan kelahiran generasi penerus bangsa.

"Tidak hanya pasangan usia subur saja yang digarap, tetapi juga orang-orang muda yang masih single. Ini juga harus menjadi perhatian dalam pembangunan keluarga, apalagi remaja dan ini sudah dilakuakan sejak 2011 lalu. Karena mereka yang diusia muda memiliki peran kunci untuk terwujudnya keluarga yang mandiri, tentram, dan bahagia", ujar Deputi Administrasi BKKBN Novrijal.

Dalam tahun-tahun ke depan BKKBN juga akan terus menjaga konsistensi kampanye serta implementasinya agar mendapatkan opini yang lebih positif di publik, dan terus memberikan perubahan yang lebih baik bagi sumber daya manusia bangsa Indonesia.

Editor: Paul M Nuh

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - KABAR BISNIS

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi