Share This

[Advertorial] Menkes Dorong Bantuan Obat-obatan Segera Sampai di Wilayah Terdampak Gempa

Obat-obatan sebetulnya cukup, tetapi untuk selanjutnya pasti akan membutuhkan. Itu kita geser juga, dari Luwuk Timur, Luwuk Utara, untuk mengirim obat-obatan.

KABAR_BISNIS , KABAR_BISNIS

Selasa, 02 Okt 2018 11:08 WIB

Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) tidak hanya menginstruksikan agar tenaga kesehatan di wilayah terdekat seperti Makassar, Gorontalo dan Manado untuk bergeser ke Palu, Donggala dan Mamuju, namun juga mendorong agar bantuan obat-obatan serta alat kesehatan lainnya, penjernih air, makanan tambahan bagi ibu hamil dan Balita, agar dapat segera sampai di fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

“Obat-obatan sebetulnya cukup, tetapi untuk selanjutnya pasti akan membutuhkan. Itu kita geser juga, dari Luwuk Timur, Luwuk Utara, untuk mengirim obat-obatan. Kami juga tetap akan support dari pusat, termasuk yang sangat diperlukan itu ATS (anti tetanus serum). Obat dari pusat juga sudah ada di (bandara) Halimperdanakusuma,” tutur Menkes Nila Moeloek, kepada sejumlah media saat ditemui usai pelaksanaan Apel Siaga Persiapan Asian Para Games 2018 di halaman kantor Kemenkes, Jakarta (1/10).

Menkes menyatakan bahwa saat ini Kemenkes mengupayakan betul agar kamar operasi dapat berfungsi.

“Tindakan-tindakan seperti untuk kasus trauma musculoskeletal agak sulit dilakukan selama kamar operasi tidak optimal, maka kami upayakan betul. Dokter sudah datang dan sebagian membawa peralatan, seperti dokter ortopedi karena kita tau dampak gempa itu patah tulang (fracture) pasti banyak,” ungkap Menkes.

Agar pelayanan kesehatan tidak terhenti, tim kesehatan ada yang membawa genset dengan cadangan bahan bakar sendiri, tabung oksigen yang sudah terisi, bahkan Kemenkes mendapat laporan bahwa ada tenaga kesehatan yang melakukan pertolongan korban dengan melakukan amputasi di antara reruntuhan bangunan.

Selain berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Kesehatan yakni Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit (BTKL-PP) Makassar telah mengirimkan lebih dari 1.000 penjernih air untuk dapat menjernihkan 70 liter air.

Selain berfokus pada penyelamatan korban reruntuhan, Kemenkes juga memperhatikan kelompok rentan yakni ibu hamil dan Balita. Untuk itu, Kemenkes juga akan segera mengirimkan bantuan makanan tambahan bagi Ibu Hamil dan Balita sebanyak 2 ton. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.