[Advertorial] Dua belas Anak Perempuan Take Over Pemimpin

Sebanyak 12 anak perempuan dari seluruh Indonesia yang berusia 15-17 tahun mengambil alih posisi sejumlah pemimpin di beberapa institusi pemerintahan, BUMN, hingga lembaga Internasional

KABAR BISNIS , KABAR BISNIS

Rabu, 17 Okt 2018 15:34 WIB

Author

Eka Lestari

[Advertorial] Dua belas Anak Perempuan Take Over Pemimpin

Yayasan Plan Internasional mengadakan rangkaian acara Hari Anak Perempuan Internasional (Internasional Day of The Girl/IDG) 2018 yang ke-3 pada 10-13 Oktober 2018. Sebanyak 12 anak perempuan dari seluruh Indonesia yang berusia 15-17 tahun mengambil alih posisi sejumlah pemimpin di beberapa institusi pemerintahan, BUMN, hingga lembaga Internasional di kegiatan “Sehari Jadi pemimpin”. Mereka terpilih setelah diseleksi melalui kompetisi video blog dengan tema “Ciptakan Kota Aman untuk Anak Perempuan”.

Berbagai peran pemimpin yang diambil alih antara lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Komisaris PT Kereta Api Indonesia, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Direktur Tindak Perdana Siber, sejumlah posisi di Kepolisian di Resort Jakarta Pusat, hingga mengambil alih peran di lembaga kemanusiaan nasional dan internasional, yakni sebagai Deputy Country Representative dan program Analyst For Youth Development and ASRH United Nation Population Fund (UNFPA), serta Direktur Eksekutif dan Direktur Program Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII).

Acara ini dilakukan serentak di 70 negara dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 11 Oktober. “Kami ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberikan kesempatan dan kesetaraan untuk anak-anak perempuan. Sudah saatnya anak-anak perempuan menjadi bagian dari tiap pengambilan keputusaan dan kebijakan publik,” Ujar Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan Internasional Indonesia. Pada IDG 2018 yang mengangkat tema “Kota Aman untuk Anak Perempuan”, Dini menyoroti, bahwa ruang publik dan fasilitas umum masih belum sepenuhnya memenuhi hak anak, terutama anak perempuan.

Dalam kesempatan terpisah, Menko Maritim Luhut B. Panjaitan mengungkapkan apresiasi dan kebanggannya kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan ini. “Tugas kita semua adalah memberikan kesempatan dan kesetaraan untuk anak-anak perempuan ini agar bisa maju dan tampil sehingga mereka bisa terlibat dalam perubahan terutama memperjuangkan hak-hak anak,” tegas Luhut. Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, “Kami sangat mendukung kegiatan ini untuk dilakukan berkelanjutan dan tentunya dapat memberikan inspirasi untuk anak-anak perempuan lainnya”.

Puncak perayaan IDG 2018 dilaksanakan di Stasiun Gambir pada Sabtu 13 Oktober 2018. Rangkaian acara meliputi konferensi pers, musik, talkshow, dan pameran mural. Sejumlah pemusik yang ikut mendukung kegiatan ini di antaranya Shanna Shannon, Bangkutaman, The Dying Sirens, Yacko dan Lana Nitibaskara. Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat umum untuk bersama-sama menciptakan kota aman untuk anak perempuan, serta mendorong partisipasi masyarakat untuk kesetaraan anak perempuan. Selain di Jakarta, Perayaan IDG 2018 juga dilaksanakan di wilayah area kerja Yayasan Plan Internasional Indonesia di Nageke, Lembata dan Soe pada 12-13 Oktober, dengan memberikan penghargaan kepada anak-anak perempuan yang aktif menyuarakan hak anak. Selain itu, mereka juga akan melakukan diskusi dan audiensi dengan pemerintah di daerahnya masing-masing untuk menghasilkan rekomendasi semi terciptanya ruang aman untuk anak perempuan dan perempuan muda.

Dalam kesempatan Hari Anak Internasional, Yayasan Plan Internasional Indonesia meluncurkan kampanye terbarunya, Girls Get Equal, untuk mendorongg kesetaraan anak perempuan dan terlibat dalam berbagai sektor. Plan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli dan mendorong kesetaraan hak anak perempuan. Berikan kesempatan yang setara untuk anak-anak perempuan sehingga mereka dapat menyuarakan hak-haknya dan maju terlibat dalam perubahan.

Editor: Paul M Nuh

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17