Share This

Media Longok Nasib Ekosistem Aceh

KABAR BISNIS

Selasa, 28 Okt 2014 15:38 WIB

Aceh

Polemik Rencana Tata Ruang dan Wilayah Aceh sampai kini masih hangat. RTRW yang menurut pemerintah Aceh mengamanatkan penambahan jumlah luas hutan justru menuai penolakan dan kritik. Kritik dan protes keras datang dari aktivis lingkungan karena Perda RTRW Aceh itu mengancam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dan tak memasukkan hak kelola mukim sebagai masyarakat adat di sana. RTRW itu juga dinilai akan mengakibatkan berkurangnya kawasan hutan serta proses pengesahannya cacat hukum. Itu sebab saat ini Koalisi Peduli Hutan Aceh dan sejumlah organisasi lingkungan tengah menyiapkan materi keberatan atas materi Perda itu.

Green Radio 89,2 FM, Mongabay dan SETAPAK serta didukung The Asia Foundation mengundang jurnalis mengulas polemik Qanun melalui rangkaian Media Visit ke Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Media visit dilaksanakan 29 Oktober s/d 1 November 2014. Tepatnya ke Aceh Tamiang, Jantho dan Banda Aceh. Media visit ini diberikan kepada 9 media. Sejumlah media tersebut akan melihat kondisi lapangan secara langsung; berdiskusi dengan bupati dan kepala desa serta masyarakat setempat.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.