[Advertorial] Pedes Yang Bener, Kampanye Baru Sambal Dua Belibis

Kami ingin membangun kembali brand awareness Sambal Dua Belibis ke tengah-tengah masyarakat, bahwa cita rasa asli pada sambal ini justru menambah kenikmatan dan bukan merusak rasa hidangan yang ada

KABAR BISNIS

Senin, 02 Sep 2019 15:19 WIB

Author

Paul M Nuh

[Advertorial] Pedes Yang Bener, Kampanye Baru Sambal Dua Belibis

Sambal Dua Belibis yang berada di bawah naungan PT Anggana Catur Prima kembali mengusung kampanye terbarunya yang bertajuk “Pedes Yang Bener”. Setelah sempat vakum dari kampanye apapun dalam empat tahun terakhir, kampanye produk Sambal Dua Belibis terbaru ini diresmikan bersamaan dengan kampanye TV terbaru pada hari Kamis, 29 Agustus 2019 diikuti dengan berbagai kegiatan promosi dalam waktu dekat. 

Brand Manager dari Sambal Dua Belibis, Reggy Milyardi Prabowo, memaparkan, “Setelah sempat break berkampanye promosi selama empat tahun terakhir, pertengahan tahun ini dirasa tepat oleh kami untuk mengusung kampanye baru yang disesuaikan dengan positioning Sambal Dua Belibis di pasar Indonesia saat ini. Kami ingin membangun kembali brand awareness Sambal Dua Belibis ke tengah-tengah masyarakat, bahwa cita rasa asli pada sambal ini justru menambah kenikmatan dan bukan merusak rasa hidangan yang ada. Oleh karena itu, kampanye “Pedes Yang Bener” benar-benar dapat mewakili esensi dari Sambal Dua Belibis”.

Kiri-kanan: Harry S. Widjaja (President Director PT Anggana Catur Prima), Chef Yuda Bustara  (Independent Chef), dan Reggy Milyardi Prabowo (Brand Manager Dua Belibis) berfoto bersama dengan tampilan (3) tiga varian produk utama Dua Belibis yakni saus sambal, saus tomat dan cuka dapur dalam acara peluncuran campaign baru bertajuk "Pedes Yang Bener". 

Sebagai produsen sambal yang sudah beroperasi selama 40 tahun di pasar Indonesia dan telah melakukan ekspor sejak tahun 2010 ke wilayah Amerika Serikat, Korea, Jepang, Eropa, Asia dan juga Maldives, Sambal Dua Belibis memiliki komitmen untuk dapat mencakup semua kalangan atau target pasar. Bentuk komitmen ini terlihat dengan tersedianya berbagai varian kemasan mulai dari yang paling kecil dalam bentuk sachet 9 Gr, kemasan botol sampai dengan kemasan besar untuk dapat menampung sambal seberat 22 Kg. Seperti juga kemasannya, distribusi sambal ini pun merata dari mulai penjualan di warung-warung kecil sampai dengan restoran. 

Chef profesional Yuda Bustara, mengatakan, “Sebagai seorang ahli kuliner, saya sangat mengerti bahwa perbedaan selera tiap orang itu berpengaruh pada penilaian orang atas suatu hidangan. Hampir semua orang menyukai rasa pedas namun tidak semua orang menyukai rasa pedas yang berlebihan. Di situlah pentingnya memilih sambal yang tepat yang memiliki rasa pedas yang pas karena semua orang bisa menikmati kadar pedasnya, rasa pedas yang khas karena terasa keaslian rasa pedasnya. Dengan kata lain, rasa pedas yang benar itu memang menjadi bagian penting dalam memasak. Tentunya ini sangat sejalan dengan misi Sambal Dua Belibis untuk bisa memberikan cita rasa pedas yang dapat dinikmati oleh siapapun, kapanpun dan di manapun”.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap