[Advertorial] Bekraf Dorong Kolaborasi Internasional dalam Ekonomi Kreatif Lewat FCE

Kegiatan tahunan ini membahas berbagai isu dan perkembangan ekonomi kreatif yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi internasional dalam ekonomi kreatif yang lebih inklusif.

KABAR BISNIS

Senin, 02 Sep 2019 09:33 WIB

Author

Paul M Nuh

[Advertorial] Bekraf Dorong Kolaborasi Internasional dalam Ekonomi Kreatif Lewat FCE

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI kembali menyelenggarakan Friends of Creative Economy (FCE) di Nusa Dua, Bali pada Senin - Selasa, 2 – 3 September 2019). Kegiatan ini fokus membahas tentang arah kebijakan, inventarisasi ide, pemecahan masalah, dan strategi pengembangan ekonomi kreatif global.

FCE merupakan forum multi-stakeholder yang melibatkan akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media (pentahelix) dari berbagai negara. Kegiatan tahunan ini membahas berbagai isu dan perkembangan ekonomi kreatif yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi internasional dalam ekonomi kreatif yang lebih inklusif.

Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir menyampaikan perlunya meningkatkan awareness mengenai ekonomi kreatif di tingkat internasional. “Pemerintah berperan penting dalam mengarusutamakan isu tersebut ke fora internasional antara lain dengan berkolaborasi dengan beberapa badan PBB terkait, serta mengupayakan pengajuan rancangan resolusi mengenai ekonomi kreatif di forum PBB", ucapnya.


Acara yang diikuti 150 delegasi dari 33 negara dan organisasi internasional ini mengusung tema Reviewing the Implementation of Bali Agenda. Bali Agenda for Creative Economy merupakan hasil World Conference on Creative Economy 2018 pada 6 - 8 November 2018 di Nusa Dua, Bali. Bali Agenda memuat 21 peta jalan bagi negara-negara untuk memajukan ekonomi kreatifnya dan mengarusutamakan isu ekonomi kreatif di tingkat internasional.

Selama dua hari, forum ini mendiskusikan topik Collaboration and Collective Behaviours of FCE; Enabling Ecosystem Development; dan Celebration, Promotion, and Enablement of SDGs, Cultural Heritage, and Diversity. Hasil FCE 2019 merupakan pedoman substansi bagi penyelenggaraan WCCE ke-2 tahun 2020 di Dubai, Persatuan Emirat Arab.

FCE 2019 menghadirkan sejumlah tokoh antara lain Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong; Manager for Arts, Culture and Heritage Salama bint Hamdan Al Nahyan Foundation Khulood Khaldoon Al Atiyat; Head of Innovative Financing Lab United Nations Development Program (UNDP) M. Didi Hardiana; Chief Creative Economy Programme United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) Dr. Marisa Henderson; Executive Director Creative Economy Agency (CEA) Thailand Apisit Laistrooglia; Produser Film dari Perancis Marc Piton; Public Relation Director Traveloka Sufintri Rahayu; serta VP Public Policy and Government Relations Tokopedia Astri Wahyuni.

World Conference on Creative Economy merupakan konferensi ekonomi kreatif tingkat dunia yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Indonesia. Konferensi berikutnya pada tahun 2020 akan dilaksanakan di Dubai.

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Didesak Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan