Share This

[Advertorial] Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah. Pastikan Minum Obatnya Sekali Setahun

Seluruh penduduk yang tinggal di wilayah endemis diingatkan untuk minum obat ini sebanyak 1 dosis setiap tahun, selama 5 tahun berturut-turut

KABAR BISNIS , KABAR BISNIS

Kamis, 27 Sep 2018 10:35 WIB

Bulan Oktober diperingati sebagai bulan eliminasi penyakit kaki gajah (BELKAGA). Seluruh penduduk yang berusia antara 2-70 tahun dan tinggal di wilayah endemis penyakit kaki gajah atau Filariasis akan diingatkan untuk meminum obat pencegahan yang diberikan dalam program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis sebanyak 1 dosis setiap tahun selama 5 tahun berturut-turut.

“Hingga saat ini, hanya ada 6 provinsi yang bukan daerah endemis Filariasis di Indonesia, yaitu provinsi DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat,” tutur Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2TVZ) Kemenkes RI, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa pagi (25/9).

Filariasis ditularkan dengan perantaraan nyamuk sebagai vektornya. Berbeda dengan penyakit DBD atau Malaria yang hanya ditularkan oleh satu jenis nyamuk tertentu, penyakit Filariasis dapat ditularkan oleh semua jenis nyamuk.

Karena semua jenis nyamuk bisa menularkan penyakit kaki gajah, maka pencegahan yang perlu dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk, menghindari gigitan nyamuk dan minum obat pencegah kaki gajah yang telah disediakan pemerintah, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dengan tanpa biaya.

“Sarang nyamuk harus bersih, rajin gunakan repelant, tidur pakai kelambu, usahakan kalau bepergian jangan sampai digigit nyamuk, dan jangan lupa minum obat yang telah disediakan pemerintah secara gratis”, terang dr. Jane.

Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis bertujuan untuk menurunkan microfilaria rate di wilayah endemis. Dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia, sebanyak 236 Kabupaten/Kota yang tersebar di 28 Provinsi masih merupakan daerah yang endemis Filariasis.

“Tahun ini, sebanyak 131 Kabupaten/Kota masih harus minum obat. Tidak serentak, karena ada Kabupaten/Kota yang tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan, bahkan ada yang di tahun kelima (terakhir) pelaksanaan,” kata dr. Jane.

POPM harus dilaksanakan selama lima tahun berturut-turut. Sebanyak 105 Kabupaten/Kota lainnya sudah berhasil menyelesaikan POPM selama lima tahun dan masuk ke dalam tahapan selanjutnya, yakni surveilans pasca POPM. Kementerian Kesehatan mencatat, data per 25 September 2018 sebanyak 31 Kabupaten/Kota telah berhasil mengeliminasi filariasis di wilayahnya.

Obat pencegah penyakit kaki gajah yang diberikan pada POPM, terdiri dari kombinasi tablet Diethylcarbamazine (DEC) 100 mg dan tablet Albendazole 400 mg. Adapun dosisnya untuk usia 2-5 tahun adalah 1 tablet DEC dan 1 tablet Albendazole; usia 6-14 tahun mendapat 2 tablet DEC dan 1 tablet Albendazole; dan bagi yang berusia di atas 14 tahun mendapat 3 tablet DEC dan 1 tablet Albendazole.


“Selain membunuh cacing filaria, obat ini mampu membunuh cacing lainnya, sehingga dengan minum obat justru kita mendapat manfaat ganda, karena selain mencegah filaria, juga mencegah kecacingan. Yang perlu diperhatikan adalah obat diminum sesudah makan, dan dianjurkan diminum di depan petugas kesehatan”, imbuhnya.

Pengobatan ini dinilai sangat aman. Meski jarang terjadi, namun terkadang muncul reaksi pasca pengobatan seperti sakit kepala, demam, mual/muntah, atau mudah mengantuk, yang berlangsung selama tiga hari dan dapat sembuh tanpa diobati. Namun, bila ada keluhan lain yang terjadi, segera hubungi tenaga kesehatan di Puskesmas terdekat.

Ahli parasitologi, Prof. Dr. Dra. Tania Supali, menegaskan bahwa program POPM yang dilakukan selama lima tahun berturut-turut sangat bermanfaat karena menghindarkan masyarakat dari dua penyakit sekaligus, yakni mencegah penyakit kaki gajah dan menurunkan infeksi cacing usus yang juga berperan dalam kejadian kurang gizi dan stunting pada anak, juga kejadian anemia pada remaja.

“Kalau obatnya benar-benar diminum secara benar, penyakit kaki gajah pasti berkurang, pasti hilang. Tantangan eliminasi paling besar justru di kota-kota besar, karena di samping penduduknya lebih banyak juga dibandingkan masyarakat di pedesaan cenderung kurang patuh meminum obat,” ungkapnya.

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.