Bagikan:

Kerjasama KBR dengan KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Waktu Indonesia Sehat: Kenali dan Deteksi Dini Stroke

Stroke terjadi karena adanya gangguan pada pembuluh darah otak yang terjadi secara tiba-tiba yang menyebabkan otak kita jadi terganggu, baik setempat maupun menyeluruh.

RAGAM

Jumat, 26 Agus 2022 18:25 WIB

Author

Paul M Nuh

Waktu Indonesia Sehat: Kenali dan Deteksi Dini Stroke

Waktu Indonesia Sehat: Kenali dan Deteksi Dini Stroke

KBR, Jakarta - Stroke masih menjadi salah satu masalah utama kesehatan, bukan hanya di Indonesia namun di dunia. Stroke adalah penyebab kematian kelima terbanyak di dunia. Hampir 800.000 orang mengalami stroke setiap tahun. Itu setara dengan sekitar satu orang setiap 40 detik. Beberapa tahun silam di Malang, Jawa Timur, bahkan 700 orang dinyatakan meninggal dunia karena stroke.

Namun di sisi lain ilmu kedokteran telah membuat banyak kemajuan dalam manajemen stroke sehingga angka kematian maupun kecacatan berangsur-angsur semakin turun setiap tahunnya. Menurut data Kementerian Kesehatan, sekitar 80% masyarakat Indonesia tidak mengetahui gejala stroke sehingga seringkali penanganan stroke menjadi terlambat.

Menurut Dr. dr. Dodik Tugasworo P, Sp.S(K) - Dokter Spesialis Saraf, stroke terjadi karena adanya gangguan pada pembuluh darah otak yang terjadi secara tiba-tiba yang menyebabkan otak kita jadi terganggu, baik setempat maupun menyeluruh. Jika terjadinya tidak secara tiba-tiba mungkin tidak akan didiagnosis sebagai stroke.

Lebih jauh Dr Dodik memaparkan beberapa jenis stroke. Pertama, orang awan sering menyebutnya stroke sumbatan, terjadi karena trombose, artinya pembuluh darah yang semakin mengecil atau emboli, artinya ada kotoran yang lepas dari jantung kemudian menyumbat. Berikutnya yang biasa disebut stoke perdarahan, yaitu adanya perdarahan di tengah, biasanya terjadi karena hipertensi, ada juga yang perdarahannya di selaput otak.

Berdasarkan waktu, menurut Dr Dodik stroke dibagi 4. Pertama Transient Ischemic Attack (TIA), terjadi secara mendadak dan hanya berlangsung dalam hitungan menit atau jam. Artinya tanpa pengobatan, dalam kurun waktu 24 jam akan sembuh sendiri. Tapi stroke seperti ini tetap harus tetap ke rumah sakit atau dokter untuk diagnosa lebih lanjut.

Berikutnya Reversible Ischemic Neurologic Deficit (RIND). Stroke ini terjadi dalam kurun waktu 24 jam sampai beberapa minggu. Biasanya sampai 3 minggu.Stroke ini juga bisa sembuh sendiri. Yang ketiga disebut Progressing Stroke. Gejalanya biasanya mulut tiba-tiba tidak simetris, atau kakinya lumpuh. Yang terakhir disebut Complete Stroke, yaitu stroke yang gejalanya sudah menetap. Misalnya lumpuh kaki kanan, maka akan seterusnya lumpuh di kaki kanan tersebut.

Tertarik mengetahui lebih jauh soal stroke? Silahkan Anda simak kelanjutan obrolannya di KBR Prime, Spotify dan Youtube Berita KBR.

Baca juga: Penderita Stroke Meningkat, Ini 10 Langkah Pencegahannya - kbr.id

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - KABAR BISNIS

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending