ADVERTORIAL

YDBA Serahkan Bantuan kepada Komunitas Petani Hortikultura BSK

Komunitas Petani Hortikultura Berkat Saraba Kawa (BSK) beranggotakan 28 petani yang tersebar di 3 wilayah, yaitu Harapan Masa, Simpang Empat dan Hiyung

KABAR BISNIS

Jumat, 24 Jul 2020 18:35 WIB

YDBA Serahkan Bantuan kepada Komunitas Petani Hortikultura BSK

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama PT United Tractors Tbk, PT Pamapersada Nusantara, PT Kalimantan Prima Persada dan PT Prima Multi Mineral memberikan dukungan dalam pengembangan UMKM di Banjar dan Tapin dengan mendirikan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Banua Prima Persada (Baprida) pada 22 Maret 2012. LBP berperan dalam mengembangkan UMKM di bidang pertanian, peternakan, perikanan maupun kuliner.

Pada tanggal 24 Juli 2020 di salah satu lahan petani anggota Komunitas BSK, YDBA memberikan 2 unit cultivator dan pompa air portabel yang dapat digunakan oleh petani di wilayah Harapan Masa dan Simpang Empat serta 4 unit pompa air yang dapat digunakan petani di Wilayah Hiyung. Berkat Saraba Kawa (BSK) adalah Komunitas Petani Hortikultura yangn pendiriannya turut didukung oleh LBP pada tanggal 4 Februari 2019.

Penyerahan mesin pertanian secara simbolis diserahkan YDBA yang diwakili oleh Koordinator LPB Banua Prima Persada, Djoko Handono Warih kepada Ketua Komunitas BSK, Bambang disaksikan oleh Site Manager PT United Tractors Tbk Rantau, Yosafat Ary Suprihadi dan HCGS & CSR Sec. Head PT Kalimantan Prima Persada Site Sungai Puting, Murjani.

Dalam acara tersebut dilakukan pula sharing session yang dilakukan oleh Pengurus Komunitas BSK sekaligus Koordinator Wilayah Simpang Empat, Misrani tentang perjalanan pembentukan Komunitas Petani Hortikultura BSK. Hadir secara virtual dalam penyerahan ini, Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala, Sekretaris Pengurus YDBA Ida R. M. Sigalingging dan Bendahara Pengurus YDBA Handoko Pranoto.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - KABAR BISNIS

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Strategi Pembiayaan Lingkungan Hidup

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17