[Advertorial] KINTSUGI: Pameran Grup Ilustrasi Mixed Feelings 4

Pameran menceritakan perjuangan empat wanita yang tergabung dalam Mixed Feelings 04. Tema kintsugi diambil oleh para perupa untuk menunjukkan bagaimana proses dari kehidupan yang menyempurnakannya

KABAR BISNIS

Senin, 22 Jul 2019 16:04 WIB

Author

Eka Lestari

[Advertorial] KINTSUGI: Pameran Grup Ilustrasi Mixed Feelings 4

Ki-ka: Jessie Tjoe, Sol Cai, Dinan Hadyan, serta Elle Dhita

Kintsugi adalah metode dari Jepang untuk memperbaiki keramik pecah dengan pernis khusus yang dicampur dengan emas. Istilah inilah yang digunakan sebagai tema pameran grup ilustrasi Mixed Feelings oleh Atreyu Moniaga project 04 angkatan kelima. Program Inkubasi Ilustrasi Mixed Feelings 04 kali ini, menampilkan karya empat seniman wanita ; Elle Dhita, Dinan Hadyan, Jessie Tjoe, dan Sol Cai di Galeri Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat, dibuka 17 Juli 2019.

Pameran kali ini menceritakan perjuangan empat wanita yang tergabung dalam Mixed Feelings 04. Tema kintsugi diambil oleh para perupa untuk menunjukkan bagaimana proses dari kehidupan yang menyempurnakan segalanya.

“Biasanya orang ini menyembunyikan retakan-retakan yang kita punya, tapi di sini kami justru ingin menunjukan itu dan berkata bahwa kita pernah mengalami proses yang tidak mengasyikan tapi kita bisa melewati itu semua dan bahkan menjadi lebih baik” jelas salah satu ilustrator, Dinan Hadyan.

Setiap Ilustrator dalam pameran ini memiliki cerita dibalik lukisan-lukisan mereka. Salah satunya Kapten Mixed Feeling 04 Elle Dhita, menggambarkan proses adaptasi hidupnya sebagai perempuan yang tinggal seorang diri di Amerika, jauh dari keluarga. Elle Dhita menceritakan bagaimana kerasnya hidup sendiri, bergumul dengan problematika dan realita hidup, dan harus dewasa sebelum waktunya.  Karyanya-karyanya terinspirasi dengan animasi disney dan budaya jepang. Karya miliknya yang paling dia sukai dalam pameran itu adalah Companion.

Cerita dibalik Companion, adalah walaupun dia sendiri, banyak orang yang membantunya menghadapai kesulitan, baik teman, keluarga, dan bahkan orang asing. Dalam lukisan tersebut, orang-orang yang membantunya sebagai makhluk makhluk yang tercipta dari imajinasinya.

Atreyu Moniaga Project adalah sebuah inisiatif untuk membina, mengembangkan dan mengelola seniman muda berbakat Indonesia sejak tahun 2013. “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membina para perupa muda agar memiliki kepercayaan diri untuk memulai debuah karir di dunia ilustrasi/seni lukis dengan membuat sebuah rangkaian karya yang akan dipertanggungjawabkan dengan pameran kolektif dan juga Artbook,” Ujar Moniaga selaku mentor dan pemilik Atreyu Moniaga Project.

Pameran ini akan berlangsung hingga 15 Agustus 2019 sebagai seri pameran tahunan dari program inkubasi ilustrator muda Atreyu Moniaga Project (AMP). Pameran diselenggarakan di Art and Performance Hall, Tugu Kuntskring Paleis, Menteng, Lantai 2. Pameran ini terbuka untuk umum. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - KABAR BISNIS

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945