[Advertorial] Plan Indonesia Kampanye Stop Perkawinan Anak lewat “Suara Kirana”

Kami ingin mendorong perubahan pola pikir remaja bahwa pernikahan bukan satu-satunya jalan yang bisa diambil untuk bahagia

KABAR BISNIS

Jumat, 08 Mei 2020 12:56 WIB

Author

Paul M Nuh

[Advertorial] Plan Indonesia Kampanye Stop Perkawinan Anak lewat “Suara Kirana”

Lewat film pendek “Suara Kirana”, Plan International Indonesia gaungkan kampanye Stop Perkawinan Anak.

Suara Kirana bercerita tentang kandasnya cita-cita seorang remaja putri akibat menikah saat di bangku SMA. Berdasarkan penelurusan jurnalistik 2 remaja SMA, Anggi dan Indra ke Pantai Cisolok, Sukabumi, Kirana, teman mereka, yang tadinya dikira hilang karena kejadian mistis, ternyata menikah saat masih SMA.

Plan Indonesia memercayakan Laras Sardi, Jourdy Pranata dan Dhea Seto untuk berperan dalam film pendek produksinya ini. Dalam film ini Plan Indonesia memberi pemahaman bahwa menikah muda akan berdampak buruk bagi perempuan Indonesia yang juga akan melanggengkan kemiskinan. Film ini diproduksi pada 2019 dan akan diluncurkan melalui platform YouTube agar dapat ditonton sebagai pembelajaran bagi anak perempuan di seluruh Indonesia.

Film berdurasi 30 menit ini dapat ditonton secara eksklusif di kanal Plan Indonesia Official Channel (youtube.com/PlanIndonesiaOfficialChannel) pada Sabtu, 9 Mei 2020.  Film Suara Kirana sangat penting untuk membuka ruang diskusi bagi remaja terkait isu perkawinan usia anak, misalnya soal keputusan menikah di usia anak dan dampak buruk yang bisa menimpa kaum muda.

Indonesia merupakan negara dengan angka perkawinan anak ke-2 tertinggi di ASEAN dan ke-8 tertinggi di dunia. Pada tahun 2018, 1 dari 9 (11,21 persen) anak perempuan di Indonesia menikah sebelum usia 18 tahun. Bahkan 0,56 persen atau sekitar 6.838 anak perempuan di Indonesia menikah sebelum usia 15 tahun (BPS, 2019).

Pada 2019, Mahkamah Agung dan DPR menaikkan batas usia minimum menikah menjadi 19 tahun baik untuk laki-laki dan perempuan (UU 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas UU 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan). Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menekan angka perkawinan usia anak menjadi 8,7 persen dan ditargetkan untuk tercapai pada tahun 2024.

Budi Kurniawan selaku Yes I Do Project Manager mengungkapkan, “Kami aktif dalam upaya advokasi hingga di tingkat desa. Selain itu, kami juga turut melibatkan kaum muda untuk menjadi pendidik sebaya dalam kampanye pencegahan perkawinan usia anak”.

Plan Indonesia menggandeng Pasar Malam Films dalam produksi film Suara Kirana. “Dalam proses produksi film ini, kami belajar banyak mengenai isu perkawinan usia anak. Kami ingin remaja di seluruh Indonesia bisa menikmati film ini dengan membawa pulang pesan bahwa perkawinan usia anak akan merugikan mereka di masa depan”, ujar Evi Cecilia, Producer Pasar Malam Films.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Hari Raya Tanpa Tunjangan

Gunakan Kalender Aboge, Kejawen Banyumas Rayakan Idulfitri Pada Hari Ini

Kabar Baru Jam 7

Serba-serbi Warga Berlebaran di Tengah Pandemi

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri