ADVERTORIAL

Jaminan Akses Social Security Benefit bagi Nelayan dan Awak Kapal Perikanan

“Kita perlu yakinkan costumer bahwa ikan itu aman. Kita perlu ada instrumen agar itu sampai dengan aman karena Covid-19 ini human to human. Kita perlu perbanyak sosialisasi, kampanye yang intensif,”

KABAR BISNIS

Kamis, 16 Apr 2020 15:08 WIB

Jaminan Akses Social Security Benefit bagi Nelayan dan Awak Kapal Perikanan

Ilustrasi diskusi online

SAFE Seas bekerjasama DJPT-KKP, DFW Indonesia, Yayasan Plan Internasional Indonesia, Iskindo, dan FAO-ISLME Project menggelar diskusi online bertajuk Dampak dan Pencegahan Covid-19 pada Nelayan dan Pekerja Perikanan, pada Rabu, 15 April 2020. 

Hadir sebagai pembicara Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, M. Zulficar Mochtar, Nono Sumarsono, Direktur SAFE Seas Project dari YPPI, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, Tienneke Adam dan Dr Muhammad Lukman, National Project Officer, FAO-ISLME Project. 

Zulficar memaparkan isu-isu perikanan tangkap selama wabah Covid-19, antara lain oversupply ikan, pasar ikan dan unit pengolahan tidak beroperasi, cold storage overcapacity, harga ikan rendah, nelayan rugi dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, hingga nelayan tidak mampu melaut kembali.

Karena itu, pihaknya mengagendakan beberapa stimulus seperti bantuan moda distribusi ikan, pembukaan cargo flight untuk ekspor, fasilitasi pemasaran ikan secara online, pembelian ikan secara masif oleh BUMN/BUMD, bantuan perbekalan atau operasional nelayan, relaksasi pembayaran kredit nelayan hingga akses permodalan. 

Zulficar menyebut bahwa untuk menjamin ketersedian ikan atau pangan, maka dibutuhkan model resi gudang.

Dr Muhammad Lukman berpendapat, selain menghadirkan adanya mekanisme distribusi ke konsumen, ikan atau bahan pangan tersebut harus aman. “Kita perlu yakinkan costumer bahwa ikan itu aman. Kita perlu ada instrumen agar itu sampai dengan aman karena Covid-19 ini human to human. Kita perlu perbanyak sosialisasi, kampanye yang intensif,” tegasnya.

Menurut Lukman, secara global Indonesia adalah lumbung perikanan dan memberi manfaat bagi dunia. “Kita bisa menjamin keamanan pangan dunia. FAO mendorong Pemerintah di dunia untuk bersama menjamin adanya food chain, yang bisa berkolaborasi, mendistribusikan dan memastikan keamanan logistik,” sebutnya. 

Hal pertama yang perlu dipastikan adalah adanya kepastian supply chain, kedua, distribusi. “Perlu kesepakatan di tingkat negara. Kalau ke depan semakin baik maka di Indonesia, produksi cukup stabil ini peluang Indonesia untuk menjadi penyedia food supply,” ucap Lukman. 

Lukman menyebut bahwa organisasi pangan dunia FAO menyebut akan ada momen di mana permintaan pangan akan cukup signifikan. “Saat ini demand berkurang pada suatu titik butuh pangan dalam jumlah besar. Ini peluang bagi Indonesia. Bukan hanya untuk pasar Indonesia tapi internasional.” 

Nono Sumarsono menambahkan, “Produk-produk perikanan kita memang harus sesuai standar labor, bagian dari standar internasional sehingga perlu memanfaatkan protokol kesehatan dan perlindungan”.

“Saya berharap ada inspeksi di atas kapal supaya benar-benar dijalankan secara multi disiplin, untuk masuk ke standar pencegahan Covid-19 di atas kapal ikan,” imbuhnya.

Kadis Kelautan dan Perikanan Sulawesi Utara, Tienneke Adam menyebut bahwa pihaknya sudah bersurat ke BPJS termasuk Jasindo agar ada dukungan bagi nelayan di Sulut.

“Test kesehatan di pelabuhan perikanan ada kendala, kami sudah bersurat ke pihak asuransi, ke Jasindo, ke BPJS agar ada buat nelayan kita. Terkait Covid-19 dan nelayan, kami melihat bahwa yang belum menunjukkan gejala tidak diperiksa rapid test. Kami sarankan agar ada dukungan langsung ke nelayan,” kata Tienneke.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - KABAR BISNIS

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mengusung Pilkada yang Sehat dan Berkualitas