Share This

#16TahunKBR Merawat Keberagaman Indonesia

Program KBR sempat diprotes kelompok intoleran.

BERITA , PILIHAN REDAKSI , KABAR BISNIS

Rabu, 29 Apr 2015 14:00 WIB

Toleransi antar umat beragama (ilustrasi)

Toleransi antar umat beragama (ilustrasi)

Nilai-nilai demokrasi, pluralisme dan kebebasan berekspresi adalah nadi KBR. Nilai-nilai itu diturunkan dalam sejumlah program seperti Agama dan Masyarakat yang mengetengahkan nilai pluralisme.

Tak mudah mengusung nilai-nilai ini. Setelah Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa haram tentang sekularisme, liberalisme dan pluralisme pada 2005, tekanan terhadap mereka yang menyuarakan toleransi menguat. KBR ikut menjadi sasaran protes kelompok intoleran.  Ratusan orang mendemo Komunitas Utan Kayu yang di dalamnya terdapat kantor KBR. Salah satu yang diprotes adalah acara yang diudarakan KBR yaitu Agama dan Toleransi (sekarang mengudara dengan nama Agama dan Masyarakat).  Untunglah KBR mendapat dukungan dari kelompok toleran seperti Banser NU yang datang menjaga kantor KBR hingga berminggu-minggu lamanya.

Ujian selanjutnya adalah bom buku pada Maret 2011. Bom buku yang ditujukan kepada Ulil Abshar Abdallah, pendiri Jaringan Islam Liberal berkantor di komunitas Utan Kayu.  Bom meledak di Kedai Tempo yang biasanya menjadi tempat berkumpul awak KBR.  

#16TahunKBR

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.