Share This

#16TahunKBR dan Adopsi Pohon

Kini sudah menanam 22 ribu pohon.

BERITA , PILIHAN REDAKSI , KABAR BISNIS , KABAR BISNIS

Rabu, 29 Apr 2015 16:00 WIB

Susilo Bambang Yudhoyono saat menanam pohon di Sarongge. (Foto: Danny Setiawan)

Susilo Bambang Yudhoyono saat menanam pohon di Sarongge. (Foto: Danny Setiawan)

Green Radio dan KBR bekerjasama Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) meluncurkan program adopsi pohon pada 2008. Melalui program adopsi pohon ini individu, lembaga, pemerintah dan swasta bersama-sama terlibat mereboisasi TNGGP dan memberdayakan petani yang lahannya masuk dalam kawasan hutan yang dilindungo. Hingga 2014, adopsi pohon telah dilakukan pada lebih dari 38 hektare hutan dengan jumlah lebih dari 22.000 pohon.

Diantara individu yang terlibat dalam adopsi pohon itu adalah Olga Lidya yang kemudian dinobatkan menjadi Duta Sarongge, lalu Teten Masduki, Ayu Utami, Jimmly Asshiddiqie dan Nia Dinata. Pada Januari 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan juga mengunjungi dan berpartisipasi dalam program adopsi pohon di Sarongge.

Gerakan dimulai di Sarongge, berlanjut ke kawasan Bogor dan Kampung Tunggilis, Cianjur. Di Bogor KBR bekerjasama dengan Sentul Eco Edu Tourism dan Perhutani untuk mendorong swasta menggunakan dana CSR-nya untuk menghijaukan Bukit Sentul. Joko Widodo saat masih menjadi Gubernur Jakarta juga pernah ikut menanam di Bogor.

Sejak November 2014, KBR melalui Green Initiative Foundation membuka program adopsi pohon produktif pada lahankeluarga petani di Kampung Tunggilis, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Cianjur.

#16TahunKBR 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.