ADVERTORIAL

Ditjen PAS Buka Sarana Asimilasi dan Edukasi bagi WBP di Bandara Soetta

Asimilasi merupakan salah satu proses pembinaan bagi para WBP atau narapidana. Narapidana asimilasi dapat bekerja di luar lapas. Sehingga bisa bersosialisasi dan kembali berbaur dengan masyarakat

KABAR BISNIS

Selasa, 03 Mar 2020 08:15 WIB

Ditjen PAS Buka Sarana Asimilasi dan Edukasi bagi WBP di Bandara Soetta

WBP dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang dan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang diberi edukasi dan kesempatan untuk berasimilasi berupa sarana barbershop dan refleksiologi, yang dibuka Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Senin 2 Maret 2020.

"Ditjen PAS ingin tak sekadar melatih WBP, lebih dari itu kami beri kepercayaan. Jajaran pemasyarakatan speed up, Pemasyarakatan pasti bersih melayani,” ujar Sri Puguh Budi Utami mantan Dirjen PAS, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangam Hukum dan HAM di kemenkumham.

Sri Puguh Budi Utami menambahkan, bahwa pembukaan SAE adalah sesuatu yang fundamental serta representasi dari gerakan Resolusi Pemasyarakatan.

Asimilasi merupakan salah satu proses pembinaan bagi para WBP atau narapidana. Narapidana asimilasi dapat bekerja di luar lapas. Sehingga bisa bersosialisasi guna mempersiapkan mereka kembali berbaur dengan masyarakat dan keluarga.

Narapidana asimilasi sebelumnya telah melalui Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan dengan ketentuan berkelakuan baik yang dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin.

“Dalam kurun waktu enam enam bulan terakhir, sudah menjalani ½ masa pidana, dan juga aktif mengikuti program pembinaan di Lapas,” jelas Utami.

Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak Ditjen PAS Slamet Prihantara menjelaskan SAE bagi WBP Asimilasi ini akan diisi bergantian oleh WBP Lapas Tangerang dan Lapas Pemuda Tangerang per pekan.

“Dua petugas dari masing-masing lapas akan mengawal tiga WBP saat bekerja di barbershop dan refleksiologi,” jelasnya.

Tiga Hari Pengunjung SAE Bebas Harga Pelayanan

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pemuda Tangerang Ma’ruf mengatakan, pihaknya memberikan promo free kepada pengunjung barbershop dan refleksiologi selama tiga hari ke depan.

Untuk selanjutnya, tarif barbershop dan refleksiologi dikenakan Rp. 30 ribu dengan jam operasional pukul 10.00 - 20.00 WIB.

"Kalau pengunjung ambil paket, akan ada harga spesial. Pokoknya datang saja ke Smmile Center atau Small, Micro & Medium Business Incubator with Two Learning & Experience Center, di Terminal 3 Bandara Internasional Soetta,” imbaunya.

Bagi WBP menjalankan program asimilasi ini antusias menjalankan pekerjaan refleksiologi dan memotong rambut. Semisal seperti diungkapkan Mulyana, WBP dari Lapas Tangerang mengaku belajar refleksiologi di Lapas.

"Saya sudah belajar lima tahun. Sebelumnya tidak bisa. Mudah-mudahan bisa buka refleksiologi setelah bebas nanti," harap pria asli Bandung yang akan bebas pada Agustus 2020.

Sementara itu, Asep WBP asal Lapas Pemuda Tangerang mengaku sebelumnya sudah punya dasar keterampilan memotong rambut sebelum menghuni Lapas Pemuda Tangerang. Namun dimatangkan di Lapas.

Sebab menurut Asep ada pelatihan khusus barbershop dan dapat sertifikat. "Semoga setelah bebas bisa buka barber lagi. Alat-alatnya juga masih ada,” ujar Asep berharap.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - KABAR BISNIS

Most Popular / Trending

AstraZeneca Bakal Gelar Uji Klinis Global Tambahan

Eps12. Masa Depan Restorasi Gambut

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Mekanisme Baru Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah

Bupati Banyumas Larang Hajatan Meski Diprotes