Share This

Reporter KBR Raih Penghargaan Anugerah Liputan Media Terbaik Isu Perburuhan dan Serikat

"Karena ini kan isu sensitif, jadi kredibilitas kita sebagai jurnalis dipertaruhkan."

PILIHAN REDAKSI , NUSANTARA , KABAR BISNIS

Rabu, 23 Mar 2016 16:17 WIB

Reporter KBR, Ninik Yuniati (kedua dari kiri) saat mendapatkan Anugerah Liputan Media Terbaik tentang Isu Perburuhan dan Serikat kerja dari AJI Indonesia, kategori media online, Rabu (23/3/2015) di J

Reporter KBR, Ninik Yuniati, Rabu (23/3/2016), mendapatkan Anugerah Liputan Media Terbaik tentang Isu Perburuhan  dan Serikat kerja dari AJI Indonesia, kategori media online. Dua karya yang dikirimkan Ninik berjudul : Agus Suprianto, Saksi Hidup Perbudakan Kapal Hui Ta 101 dan Purnomo Susanto, Saksi Hidup Perbudakan Kapal Fu Yuan Yu, berhasil memikat dewan juri. Kedua tulisan yang siarkan dalam program khas KBR, SAGA, ini mengisahkan tentang kasus perbudakan yang dialami para pekerja kapal ikan.

“Ya, banggalah, sekaligus beban. Beban karena kita menanggung agar kedepannya bisa lebih baik lagi mengerjakan atau meliput isu perburuhan. Karena ini kan isu sensitif, jadi kredibilitas kita sebagai jurnalis dipertaruhkan” ujar Ninik usai menerima penghargaan bergengsi ini.

Ada 135 karya peserta kategori media online dan cetak, serta 52  orang yang mengirimkan karya foto. Dari jumlah tersebut, masing-masing kategori dipilih menjadi 10 nominasi. Ninik mengalahkan 20 nominasi lainnya untuk kategori media cetak/online dan foto. Sementara, pemenang kategori foto diraih Mushaful Iman dari Koran Sindo Palembang, dengan judul karya “TKI Meninggal”. Para pemenang mendapatkan hadiah mengikuti study trip ke Belanda untuk mempelajari isu perburuhan. 

Acara yang berlangsung di  Hall Stasiun Gambir Jakarta Pusat ini, juga menghadirkan diskusi soal PHK buruh dan perlindungan sosial masyarakat. Salah satu nara sumber yang memberikan pemaparan adalah Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri yang mendorong jurnalis untuk berserikat dan memperjuangkan nasibnya agar lebih sejahtera. “Saatnya membicarakan nasib sendiri agar kesejahteraan wartawan juga lebih baik,” kata Hanif. Ia juga menyarankan, di saat dunia industri terus berkembang, termasuk di media, harus membangun hubungan kerja yang saling menguntungkan, agar hak dan kewajiban masing masing pihak  juga jelas.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.