ADVERTORIAL

Mensos Kunjungi Keluarga dan Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman

Santunan dari Kemensos sebesar Rp15 juta perkorban meninggal. Korban yang luka biayanya ditanggung pemerintah daerah sepenuhnya hingga bisa di pulangkan ke rumah masing-masing

KABAR BISNIS

Senin, 24 Feb 2020 11:03 WIB

Mensos Kunjungi Keluarga dan Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman

Kementerian Sosial merespon cepat kejadian siswa SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang hanyut di sungai. Setelah tim lapangan melalui Tagana lebih dulu mendukung penyelamatan dan pencarian korban, Sabtu, 22 Februari 2020 Menteri Sosial Juliari P. Batubara menuju lokasi kejadian.

Dari kunjungan kerjanya ke Magelang, Mensos Juliari sengaja menambah titik kunjungan ke Sleman, Yogyakarta. Didampingi Bupati Sleman Sri Purnomo, Mensos langsung menuju deretan keluarga korban yang masih menunggu kepastian terkait keberadaan keluarganya, siswi SMPN 1 Turi, Sleman, di Puskesmas Turi, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (22/2/2020) siang.

“Saya mewakili pemerintah datang untuk melihat langsung bagaimana penanganan bencana tersebut. Dan juga kami berdoa untuk anak-anak yang masih dirawat agar kiranya segera pulih kembali, agar normal kembali dan dapat beraktivitas seperti sedia kala,” kata Mensos Juliari.

Bersama istri, Grace P. Batubara, kedatangan Mensos selain untuk meninjau langsung perkembangan terkini terkait peristiwa “Susur Sungai”, Jumat (21/2/2020) kemarin, juga mengunjungi korban yang dirawat serta keluarga korban lainnya. Mensos menyampaikan duka mendalam, simpati, sekaligus penyesalannya mengapa peristiwa menyedihkan ini bisa terjadi.

Mensos melihat langsung kondisi terkini sungai tempat ditemukannya beberapa korban. Mensos menyalami dan memberikan apresiasi serta dukungan kepada Tim SAR gabungan instansi terkait yang terus bekerja menemukan korban yang masih dalam pencarian. 

Rombongan kemudian bergerak ke rumah keluarga korban meninggal dunia dan bertemu dengan orangtua korban, didampingi Dirjen Rehsos Edi Suharto, dan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Rahmat Kusnadi. Mensos menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.  

Kunjungan pertama kali dilakukan kepada keluarga Nur Azizah (kelas 8A/Perempuan/15 tahun), warga Kembangarum Rt.2 Rw.30, Desa Donokerto, Kecamatan Turi. Kemudian Lathifa Zulfaa (kelas 8B/Perempuan/15 tahun), dengan alamat Kembangarum Rt.4 Rw.33, Desa  Donokerto, Kecamatan Turi. 

Kepada ahli waris korban, Mensos menyerahkan santunan ahli waris bagi korban yang meninggal 8 jiwa senilai Rp120 juta. Sementara dua orang yang belum diketahui keberadaannya masih menunggu hasil pencarian korban.

“Santunan dari Kemensos sebesar Rp15 juta perkorban meninggal. Korban yang luka biayanya ditanggung pemerintah daerah sepenuhnya hingga bisa di pulangkan ke rumah masing-masing,” kata Mensos.

Ia berharap penyebab peristiwa tersebut bisa diungkap secara menyeluruh. “Karena ada nyawa yang hilang tentu harus ada investigasi. Kenapa hal ini terjadi. Apakah ada unsur kelalaian misalnya dan sebagainya,” katanya.

Dalam memberikan dukungan terhadap penangan kejadian ini, Kemensos sudah mengambil langkah di antaranya koordinasi dengan TIM Gabungan di POSKO AJU dan Lapangan; assessment berupa pendataan dan perbaruan data; pendirian dapur umum untuk pelayanan kebutuhan makanan bagi relawan.

Sumber daya yang diperbantukan berupa mobil RTU 3 Unit, mobil DUMLAP 1 unit, genset 1 unit, lampu tembak 1000 W (4 unit ). Kemudian sumber daya personel berupa Forum Komunikasi (FK) Tagana Kota Yogyakarta (24 personel), FK Tagana Kab Sleman (30 personel); FK Tagana Kab Bantul (4 personel); FK Tagana DIY (11 personel), dan TIM Layanan Dukungan Psikososial. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - KABAR BISNIS

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8