Tekan Jumlah Pengangguran, Pemerintah Janji Lanjutkan Kartu Prakerja Tahun Ini

"Makanya program-program seperti kartu prakerja sudah sangat baik dalam dua tahun pertama itu. Dan kita akan lanjutkan dengan kuat. "

NASIONAL | KABAR BISNIS

Kamis, 13 Jan 2022 17:08 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Sejumlah pekerja antre memasuki Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat. Rabu (1/12/21). (F

Ilustrasi: Sejumlah pekerja antre memasuki Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat. Rabu (1/12/21). (FOTO: Antara/Yulius Satria)

KBR, Jakarta— Badan Keuangan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) berjanji akan melanjutkan program Kartu Prakerja pada tahun ini.

Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan, kebijakan tersebut bertujuan untuk menekan jumlah pengangguran dan meningkatkan kompetensi calon pekerja saat mereka kehilangan pekerjaan.

"Makanya program-program seperti kartu prakerja sudah sangat baik dalam dua tahun pertama itu. Dan kita akan lanjutkan dengan kuat. Karena kita lihat bukan saja itu memberikan buffer bagi pengangguran yang terpaksa harus kehilangan pekerjaannya, tetapi dia juga punya waktu beberapa bulan untuk melakukan peningkatan skill-nya," ujarnya pada diskusi Dinamika Ekonomi Terkini dan Strategi Kebijakan Fiskal, (13/1/2022).

Melalui kartu prakerja ini, katanya, calon pekerja akan ditempa untuk mengasah kemampuan yang dasarnya. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan peningkatan skill saat bekerja di tempat yang baru.

Baca Juga:

Program kartu prakerja ini menurut dia turut mengurangi tingkat pengangguran hingga 6,49 persen meski tidak serendah sebelum masa pandemi. 

Berkaca pada alasan itulah pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan program ini pada 2022.

"Dan itu sudah terbukti di 2021, walau pun kita menghasapi Delta varian sekarang unempolyement kita turun ke 6 persenan. Cuma belum mencapai level sebelum pandemi-nya. Ekonominya sudah mencapai di atas pra pandemi-nya, melebihi 2019. Penerimaan juga sudah total di atas pra pandemi, tetapi penganggurannya belum," katanya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2021 mencapai 6,49 persen, atau turun 0,58 persen dibandingkan periode yang sama pada Agustus 2020.

Terdapat 21,32 juta orang atau 10,32 persen penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19.

Pergeseran Informal menuju Formal

Berangkat dari persoalan pengangguran, lanjutnya, pemerintah juga akan mendorong menciptakan lapangan kerja baru dan menggeser pekerja yang bergerak di sektor informal agar 'naik kelas' menuju sektor formal. Ini dimaksudkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pengangguran ini harus kita lihat lagi, bukan hanya level penganggurannya tetapi juga bagaimana orang yang akhirnya bekerja di sektor informal. Kita ingin lebih banyak lagi masuk ke sektor formal, manufaktur, jasa dan sebagainya. Itu yang akan kita perhatiin di 2022 ini. Supaya pemulihan ekonomi kita, yang akan ditunjukkan pertumbuhan ekonominya membaik tetapi kita ingin lebih berkualitas," sambungnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - KABAR BISNIS

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Membuat Minyak Goreng di Satu Harga