Apakah Brand Perlu “Bermain” Podcast?

Ketika banyak masyarakat yang bermain podcast, Palang Merah Indonesia PMI merasa bahwa mereka juga harus mampu mengikuti tren tersebut, agar tak ketinggalan.

NUSANTARA | INTERMEZZO

Minggu, 11 Okt 2020 10:52 WIB

Author

Elysa Rosalina

Apakah Brand Perlu “Bermain” Podcast?

KBR, Jakarta- Di dunia, sudah banyak institusi dan perusahaan besar yang punya podcast. Podcast menjadi sarana untuk mengkomunikasikan value serta misi mereka kepada konsumen. Ini jadi sarana marketing yang baru untuk perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, McDonald’s, GE atau eBay.

Di Indonesia, belum banyak brand atau institusi yang berkomunikasi dengan konsumen lewat podcast.  Salah satu sebabnya, podcast baru berkembang di Indonesia 6 tahun belakangan.

Tapi, sudah ada lho beberapa brand atau institusi Indonesia yang mulai menggunakan media podcast.

Seberapa penting sih sebuah brand menyapa konsumen lewat podcast?

Indo Premier Sekuritas memutuskan untuk memilih podcast sebagai salah satu sarana branding karena melihat kenyataan di mana masyarakat Indonesia memiliki tingkat literasi finansial yang rendah. Oleh sebab itu, podcast dianggap sebagai solusi yang baik untuk bisa tetap menjangkau masyarakat Indonesia. Maka dibuatlah SpotIPOT yang bertujuan untuk memberikan edukasi bagi para investor maupun calon investor.

“Sebelum kita mulai investasi, tahu tentang pasar modal dan mampu merencanakan keuangan itu penting banget, jadi di situlah SpotIPOT hadir untuk menemani investor milenial bisa belajar mengenai investasi,” tutur Marketing Project di Indo Premier Sekuritas Masayu Bella.

Sebagai media yang bertujuan mengedukasi masyarakat, SpotIPOT memberikan banyak pilihan tema yang bisa didengarkan. Hal tersebut menyesuaikan dengan slogan Indo Premier Sekuritas, yaitu 'semua bisa investasi'.

“Jadi banyak banget tema yang dibahas di SpotIPOT yang memang menjangkau preferensi berbagai investor, dari pemula, yang baru mau belajar, bahkan sampai yang advance ada materinya di SpotIPOT,” tutur Masayu.

Ketika banyak masyarakat yang bermain podcast, Palang Merah Indonesia PMI merasa bahwa mereka juga harus mampu mengikuti tren tersebut, agar tak ketinggalan.

Oleh sebab itu, selain PMI mulai membuat program podcast sendiri dan juga bekerja sama juga dengan KBR Prime, dalam produksi podcast “Life in The Time of Corona”.

“Meski kita bekerja sama dengan KBR Prime dalam program podcast, PMI sudah punya sendiri, dan akhir-akhir ini kontennya kebanyakan membahas terkait isu-isu pandemi Covid-19,” ujar Kepala Biro Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Aulia Arriani.

Berbeda dengan brand atau institusi lain, pesan yang ingin disampaikan dalam program podcast PMI lebih ke edukasi dan promosi hal-hal yang terkait dengan kesehatan karena PMI merupakan institusi nonprofit.

Selama masa pandemi, ada beberapa masalah yang dihadapi oleh PMI. Salah satunya terkait donor darah. Sejak pandemi, ternyata banyak orang yang takut donor darah dan hal ini dianggap Aulia berbahaya.

“Kita lihat masyarakat Indonesia udah jarang donor darah. Biasanya banyak yang melakukan donor darah massal, sekarang udah gak ada lagi. Stok darah bahkan menurun sekitar 60%. Jadi kita harus melakukan sosialisasi, talk show, kampanye sosial media, sampai testimony dari Pak Jusuf Kalla,” tutur Aulia.

Untuk kontennya, Aulia mengatakan bahwa terakhir kali PMI mengangkat cerita tentang pekerjaan teman-teman relawan di Aceh yang sedang menemani imigran Myanmar yang terdampar di aceh.

Tak mau ketinggalan, Kosmetik Wardah juga memperlebar target pasarnya ke mahasiswa dan siswa SMA. Wardah merasa perlu mengikuti perkembangan zaman untuk bisa menjangkau target pasar tersebut. Oleh sebab itu, selain membuat produk yang sesuai untuk remaja, Wardah juga memanfaatkan podcast sebagai alat berkomunikasi dengan target pasar.

Kini, berdasarkan data, wardah berhasil menjadi pilihan make up nomor satu yang dipakai oleh orang Indonesia.

Menurut Public Relation Wardah Cosmetics, Wilda Arginisa, prestasi tersebut tidak terlepas dari usaha Wardah yang aware dengan kebutuhan konsumer. “Kita (Wardah) bahkan punya divisi yang kerjaannya mantengin media sosial, saking kita aware banget sama konsumer kita maunya apa, maunya gimana, kalau misalnya ada yang punya saran dan komentar kita pasti akan menanggapi,” jelasnya.

Nah, ternyata podcast bukan hanya sarana menghibur atau bebagi pengalaman saja, tapi bagi perusahaan atau brand, bisa menjadi tempat promosi atau menyebarkan informasi bermanfaat, baik terkait brand maupun informasi positif lainnya.

Bagaimana perusahaan Anda, sudah ikut ‘bermain’ podcast? (eka)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis

Eps6. Masyarakat Peduli Api

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Hoaks Covid Terus Berjangkit