Masak Nasi dengan Cara Ini Bisa Kurangi Kalori

Satu cangkir beras yang dimasak, mengandung sekitar 240 kalori yang dapat cepat berubah menjadi lemak, jika tidak segera dibakar.

BERITA | INTERMEZZO

Senin, 15 Okt 2018 22:52 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Masak Nasi dengan Cara Ini Bisa Kurangi Kalori

Ilustrasi (Foto: Anna Frodesiak/Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Nasi merupakan makanan pokok di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Namun, nasi juga dapat menghasilkan banyak kalori. Satu cangkir beras yang dimasak, mengandung sekitar 240 kalori yang dapat cepat berubah menjadi lemak, jika tidak segera dibakar.

Meski demikian, para peneliti di Sri Lanka telah menemukan cara sederhana untuk memasak beras yang dapat mengurangi kalori hingga 50 persen.

Petama-tama, rebus air hingga medidih. Lalu, masukkan 3 persen minyak kelapa dari total berat beras ke dalamnya. Kemudian, masukan beras yang ingin dimasak. "Jadi itu kira-kira satu sendok teh untuk setengah cangkir beras," jelas Sudhair James, seorang mahasiswa kimia sarjana dari Sekolah Tinggi Ilmu Kimia di Sri Lanka, yang memimpin penelitian, dilansir dari Science Alert.

Setelah matang, masukkan nasi tersebut ke kulkas selama 12 jam. Saat ingin memakannya, Anda cukup memasukkannya ke microwave.

Para peneliti menguji delapan cara memasak nasi yang berbeda pada 38 jenis biji-bijian yang ditemukan di Sri Lanka. Mereka menemukan bahwa dengan menambahkan lemak seperti minyak kelapa sebelum dimasak, dan mendinginkan nasi, dapat mengubah komposisi pati sehingga mengandung pati yang sulit dicerna alias pati resisten.

Minyak berinteraksi dengan molekul pati dan mengubah arsitekturnya. "Pendinginan selama 12 jam akan mengarah pada pembentukan ikatan hidrogen antara molekul amilosa di luar butir padi yang juga mengubahnya menjadi pati resisten," jelas James melalui siaran pers.

Ia pun mencatat, memanaskan beras kembali setelah didinginkan tidak mengubah kadar pati resisten.

Para peneliti menemukan bahwa mereka mampu mengurangi jumlah pati yang dapat dicerna sebanyak 15 kali lipat. Ini juga terkait dengan penurunan 10 hingga 15 persen kalori.

Teknik memasak ini dapat menghasilkan beras pra-bungkus baru yang sudah dimasak dalam lemak dan kemudian didinginkan. Lalu dipanaskan dengan microwave jika ingin mengonsumsinya. Cara ini bisa menghasilkan kalori yang jauh lebih rendah dibandingkan produk saat ini.

Dan, yang lebih penting lagi, peneliti saat ini percaya bahwa teknik yang sama dapat digunakan untuk membuat makanan bertepung lainnya menjadi lebih sehat.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERMEZZO

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Gemuk Pemerintah Dinilai Ancam Demokrasi