Tak Jera Lawan Vandalisme Meski Berujung Bui

KBR68H, Bandung - Puluhan anak muda Bandung yang tergabung Games Imagination Society (GIMS) melakukan aksi menggambar sejumlah dinding di Kota Bandung melawan vandalisme agar terlihat indah.

INTERMEZZO

Senin, 07 Okt 2013 15:56 WIB

Author

Arie Nugraha

Tak Jera Lawan Vandalisme Meski Berujung Bui

vandalisme, grafiti, bandung

KBR68H, Bandung - Puluhan anak muda Bandung yang tergabung Games Imagination Society (GIMS) melakukan aksi menggambar sejumlah dinding di Kota Bandung melawan vandalisme agar terlihat indah.

Ciri khas gambar mereka yaitu berupa graffiti dan stensil dengan fokus tulisan yang digoreskan langsung mau pun melalui cetakan ke dinding di sejumlah sudut kota. Aksi mereka itu telah berlangsung sejak beberapa  bulan lalu sejak dibentuk pada 22 Maret 2013.

Selain  dinding kota, target lainnya yaitu rumah singgah  untuk tuna wisma, panti asuhan dan pemukiman  padat penduduk. Menurut juru bicara GIMS, Febby Septian Tri Nugraha, semua kegiatan kelompoknya murni didanai oleh uang pribadi anggotanya.

"Kebanyakan sih social project. Salah satunya  graffiti masuk kampung di jalan Industri Dalam, Bandung. Kalau yang komersil ya bikin event, pameran dan undangan menggambar," ujarnya  kepada KBR68H (7/10).

Febby Septian menyatakan aksi menggambar dengan gaya street art itu untuk menunjukkan Bandung bisa terlihat indah jika coretan di dinding kota ditata dengan baik dan teknik yang mumpuni.

"Lebih menjaga dari vandalisme di Kota Bandung. Percuma vandal juga karena terlihat seperti mengotori kota," kata dia.

Tapi bukan tidak ada rintangan kata Febby saat melangsungkan hajatbaiknya itu. Dia dan seorang rekannya sesama anggota GIMS pernah masuk bui gara-gara menggambar graffiti disebuah dinding bengkel tak terpakai di jalan Stasiun Timur, Bandung.

Selama satu setengah hari, dia mendekam di kantor polisi sektor Sumur Bandung, karena dituduh berbuat vandalisme pada malam hari itu. Kendala lainnya yaitu digerebeg  oleh Tibum (Ketertiban Umum), yang kini berganti nama menjadi Satuan Pamong Praja  karena dianggap tak memilii ijin.

"Perijinan ada yang dipersulit tapi kebanyakan mudah karena desainnya bagus. Biasanya ijin keluar dari RT atau RW. Tapi yang memudahkankan warga setempat mendukung," tambahnya.

Meski pernah menjadi 'santri' di kantor polisi dan bentrok dengan Satuan Pamong Praja, Febby dan anggota GIMS lainnya tidak jera. Mereka telah terus melakukan aktifitasnya membuat graffiti dan stensil di tiap sudut kota Bandung. Malahan beberapa daerah seperti Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, Yogyakarta serta Palembang telah digarap dengan torehan kuas dan cat semprot karya anggota GIMS.

Rencananya dalam waktu dekat, GIMS akan memoles ulang sejumlah tembok di kawasan viaduct, Bandung. Tapi bocoran desainnya tak disebutkan oleh mereka.

"Itu mah rahasia lah,"pungkas Febby. 

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal