Di AS, Bisnis Podcast Bisa Untung Miliaran per Tahun

"Karena pertumbuhan tren (podcast) yang kuat, beberapa brand terbesar di AS benar-benar merangkul podcast dan menjadikannya komponen iklan rutin mereka."

BERITA | INTERMEZZO

Jumat, 27 Sep 2019 15:47 WIB

Author

Adi Ahdiat

Di AS, Bisnis Podcast Bisa Untung Miliaran per Tahun

Ilustrasi. (Foto: Maxpixel)

KBR, Jakarta - Tren podcast terus tumbuh dan berkembang. Bukan hanya dari segi jumlah kreator, variasi konten, atau komunitas pendengarnya. Aliran uang yang masuk ke podcast juga ternyata kian melimpah.

Menurut laporan Podcast Ad Revenue Study (2019) yang dirilis The Interactive Advertising Bureau (IAB), bisnis periklanan podcast terus meningkat dalam lima tahun terakhir.

IAB mensurvei pendapatan iklan dari 22 perusahaan kreator podcast di Amerika Serikat (AS). Sepanjang tahun 2015, total pendapatan iklan mereka mencapai $68,6 juta atau sekitar Rp971 miliar.

Angka itu kemudian bertambah secara konsisten di tahun-tahun berikutnya. Sampai di tahun 2019, total pendapatan mereka sudah naik berkali-kali lipat menjadi $467,3 juta atau sekitar Rp6,6 triliun.

"Karena pertumbuhan tren (podcast) yang kuat, beberapa brand terbesar di AS benar-benar merangkul podcast dan menjadikannya komponen iklan rutin mereka," kata kepala pemasaran salah satu perusahaan kreator podcast di AS, seperti dilansir situs IAB.

Podcast Ad Revenue Study (2019) juga memprediksi pendapatan iklan podcast akan terus meningkat, seiring dengan menguatnya tren podcast di tahun-tahun mendatang.


Podcast Paling Laku

Podcast Ad Revenue Study (2019) juga mendata program-program podcast yang paling banyak menerima pendapatan iklan di AS, yaitu:

  • Seni dan hiburan
  • Berita
  • Informasi bisnis
  • Komedi
  • Pendidikan

Adapun lima jenis perusahaan yang paling banyak beriklan di podcast AS adalah:

  • Perusahaan ritel
  • Penyedia layanan keuangan
  • Industri seni dan hiburan (film, konser, opera, amusement park, dll)
  • Perusahaan telekomunikasi
  • Business-to-business (B2B)


Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERMEZZO

Most Popular / Trending

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12