Sempat Diwacanakan Haram, Turnamen PUBG Internasional 2019 Akan Digelar di Indonesia

Untuk mempromosikan ajang ini, PUBG Mobile telah mengadakan kegiatan di 220 kota di Indonesia, dan ditonton lebih dari 23 juta orang.

NASIONAL | INTERMEZZO

Selasa, 28 Mei 2019 18:42 WIB

Author

Adi Ahdiat

Sempat Diwacanakan Haram, Turnamen PUBG Internasional 2019 Akan Digelar di Indonesia

Untuk mengapresiasi Indonesia, PUBG menghadirkan corak batik di desain kostum dan senjata dalam permainannya. (Gambar: Twitter/@PUBGMOBILE)

Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) adalah game “tembak-tembakan” yang cukup kontroversial.

Di satu sisi, PUBG amat digandrungi di berbagai belahan dunia dan telah dimainkan hingga seratus juta orang tiap bulannya.

Tapi di sisi lain, banyak pihak khawatir game ini bisa memicu dampak negatif bagi kejiwaan seseorang.

Sejumlah negara bagian di India sudah melarang warganya untuk bermain PUBG. Polisi setempat juga dikabarkan sudah menangkap belasan anak muda yang tak mau menurut.

Di Indonesia sendiri Majelis Ulama Indonesia pernah mewacanakan fatwa haram untuk PUBG.

"Sisi negatifnya banyak, lebih baik dihentikan. Apalagi nanti ada unsur-unsur yang negatif, baik dilihat dari aspek sosiologi. Maka pemerintah harus mengambil keputusan yang jelas. Karena ada pengaruh kejiwaan bagi orang yang melihat, bagi orang yang menontonnya game-game seperti itu," ujar Ketua Hubungan Internasional MUI, Muhyiddin, di kantor MUI (22/3/2019).

Wacana mengharamkan PUBG muncul setelah peristiwa teror penembakan di Selandia Baru.

Maret 2019 lalu seorang pria melakukan penembakan membabi buta yang menewaskan sekitar 50 orang, dan menyiarkan aksi terornya secara live dari sudut pandang orang pertama (first-person shooter). Mirip dengan adegan PUBG.


Indonesia Jadi Tuan Rumah Turnamen PUBG Internasional

Dua bulan setelah muncul wacana pengharaman, kini Indonesia tengah bersiap menjadi tuan rumah untuk final Turnamen PUBG Mobile Club Open 2019 se-Asia Tenggara.

Acara ini dijadwalkan akan dihelat di ICE BSD, Tangerang, pada 22 – 23 Juni 2019.

"Suatu kebanggaan tersendiri bagi kami, PUBG Mobile, untuk dapat mengadakan turnamen skala internasional pertama di Indonesia," kata Direktur Pemasaran PUBG Mobile Asia Tenggara, Oliver Ye, sebagaimana dikutip Antara (24/5/2019).

Untuk mempromosikan ajang ini, PUBG Mobile telah mengadakan kegiatan di 220 kota di Indonesia, dan ditonton lebih dari 23 juta orang.

PUBG Mobile juga baru saja meluncurkan sejumlah konten yang disesuaikan dengan “budaya” Indonesia. Kini pemainnya bisa main “tembak-tembakan” online dengan menggunakan kostum batik, serta berbagai koleksi senjata virtual yang juga bercorak batik.

Di masa mudik Lebaran 2019, PUBG Mobile akan membuka kios pop-up di sejumlah kawasan yang dilewati pemudik, seperti di stasiun dan rest area.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERMEZZO

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jokowi Diminta Pilih Menteri yang Jujur dan Bersih

Kolaborasi Warga Lokal dan Kecerdasan Buatan Tuk Jaga Hutan

Kolaborasi Warga Lokal dan Kecerdasan Buatan Tuk Jaga Hutan