#BagiAsa, Gerakan Bantu Warga Kurang Mampu dan Tenaga Medis

Gerakan #BagiAsa juga membantu tenaga medis melindungi diri dari tertular COVID-19 saat menjalankan tugasnya, tidak hanya digunakan membeli makanan atau paket sembako.

NASIONAL | INTERMEZZO

Senin, 13 Apr 2020 14:14 WIB

Author

KBR

#BagiAsa, Gerakan Bantu Warga Kurang Mampu dan Tenaga Medis

KBR, Jakarta- #BagiAsa adalah sebuah inisiatif bersama penggalangan dana untuk membantu keluarga kurang mampu dan tenaga medis dari dampak penyebaran virus COVID-19. 

Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi empat media, Katadata, Bisnis Indonesia, SWA dan KBR, bersama kantor pengacara Hendra Soenardi. Dalam pelaksanaannya, gerakan #BagiAsa bekerja sama dengan Foodbank of Indonesia (FoI) dan Accelerice.

Inisiatif #BagiAsa muncul dari keprihatinan terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat kurang mampu akibat penyebaran virus COVID-19. Sebagian besar dari masyarakat harus kehilangan mata pencaharian akibat PHK atau usaha yang dimiliki harus tutup karena tidak ada pembeli. 

Tidak hanya masyarakat kurang mampu, gerakan #BagiAsa juga membantu tenaga medis melindungi diri dari tertular COVID-19 saat menjalankan tugasnya. Karena itu bantuan yang disalurkan melalui gerakan #BagiAsa ini tidak hanya digunakan untuk membeli makanan atau paket sembako, tapi juga alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis.

Pengelolaan dan pendistribusian bantuan dalam bentuk makanan dilakukan sepenuhnya oleh Foodbank of Indonesia (FoI) berdasarkan tata laksana yang ketat. FoI akan mengontrol kualitas makanan hingga penyaluran ke kelompok yang membutuhkan sesuai dengan SOP pencegahan penularan Covid-19 yaitu menghindari kerumunan hingga aspek higienis.

Jaringan relawan Foodbank of Indonesia akan mendistribusikan bantuan ke berbagai  tempat. Sementara itu, kebutuhan makanan siap saji  disiapkan oleh Accelerice.

Foodbank of Indonesia berdiri pada 2005. Founder Foodbank of Indonesia, Hendro Utomo menjelaskan, FoI menjembatani dan menggalang kerjasama serta mengajak kelompok masyarakat, pemangku kepentingan yang memiliki kelebihan pangan untuk membantu kelompok masyarakat yang memiliki kekurangan pangan dan gizi.

“Sejumlah program yang sudah dilakukan FoI antara lain Gerakan Makan Sehat Balita Indonesia, Pos Pangan yang memberikan makanan siap santap kepada lansia serta Response on Emergency and Disaster yaitu bantuan untuk mereka yang terkena bencana. Kami dibantu oleh 607 relawan di 12 kota dalam mendistribusikan bantuan pangan,” ujar Hendro.

Dalam Gerakan #BagiAsa ini, Katadata, Bisnis Indonesia, SWA dan KBR akan melakukan kampanye dan publikasi melalui platform media sosial masing-masing media. Individu atau korporat yang ingin melakukan donasi dapat menyalurkan bantuan melalui rekening Yayasan Lumbung Pangan Indonesia di Bank BNI: 2005202055.

Setiap donasi yang diterima dan disalurkan untuk gerakan #BagiAsa akan diaudit oleh auditor independen. Selain itu, penyaluran bantuan secara rutin akan dilaporkan di kanal media Katadata, Bisnis Indonesia, SWA dan KBR, serta platform media sosial semua pihak yang terlibat dalam gerakan #BagiAsa. 

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi:

Cristy Wijaya (Katadata): 081388893426 (cristy.wijaya@katadata.co.id)

Hendri T Widiasworo (Bisnis Indonesia): 081399977412 

Rosmalynda (Bisnis Indonesia) : 085810891091

Dwi Irma Agustina (SWA): 081218469797 (dwi.irma@swamail.com)

Sendy Novianto (KBR): 081295870849 (sendy.novianto@mlin.id)

Tia/Catra (Foodbank of Indonesia): 081293663649

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Malaysia Mulai Terapkan Biaya Karantina Semua WNA Rp16 Juta

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17