Bagikan:

Tinju Tradisional Burma di Bawah Bayangan Muay Thai

Tapi karena olahraga ini tidak dimainkan di negara lain, maka seni beladiri Muay Thai lah yang akan dipertandingkan.

INDONESIA

Senin, 04 Nov 2013 16:09 WIB

Author

Zaw Htet DVB

Tinju Tradisional Burma di Bawah Bayangan Muay Thai

Burma, Myanmar, tinju tradisional, SEA Games, DVB

Selama ribuan tahun, tinju tradisional telah menjadi olahraga nasional Myanmar.

Cabang olahraga tinju akan dipertandingkan dalam ajang pesta olahraga Asia Tenggara, SEA Games.

Tapi karena olahraga ini tidak dimainkan di negara lain, maka seni beladiri Muay Thai lah yang akan dipertandingkan.

Saw Ohn Myint adalah bekas pemegang sabuk emas tinju Burma tingkat nasional.

“Saya sangat menyukai tinju jadi saya berlatih keras. Dan perjuangan saya membuahkan sabuk emas”.

Dia merasa senang sekali dapat mewakili Burma pada SEA Games mendatang.

Tapi untuk sementara ini dia hanya berkonsentrasi pada kejuaraan daerah.

“Saya kurang menyukai Muay Thai. Saya tidak ingin berkelahi. Saya hanya menyukai tinju tradisional”.

Usia tinju tradisional Burma tiga kali lebih tua dibandingkan dengan Muay Thai…

Kedua seni bela diri ini mirip kickboxing, tapi tinju tradisional Burma lebih mematikan.

Siapa yang bisa melumpuhkan lawan lebih cepat, dialah pemenangnya.

Dan tidak ada aturan baku dalam tinju ini.

Langkah awal mempromosikan olahraga ini ke dunia internasional adalah dengan membuat sistem penilaian.

U Hla Soe Oo adalah seorang pelatih tinju Burma professional.

Dia mengkampanyekan tinju tradisional Burma untuk diadu pada SEA Games mendatang.

“Ketika kami memberitahukan Federasi Tinju Myanmar tentang tinju Burma, banyak yang tidak tahu dan mereka tidak bisa turut serta dalam kejuaraan. Mereka hanya ingin berpartisipasi dalam Muay Thai. Jadi, kesimpulan saya, banyak negara di kawasan Asia Tenggara yang tidak tahu tinju tradisional Burma.”



Dukungan yang diberikan pemerintah dan pihak sponsor sangat kecil.

U Hla Soe Oo ingin olahraga ini dipromosikan di negara tetangga seperti Thailand.

“Misalnya, dengan membuka sasana pelatihan di Thailand, kita bisa memperlihatkan pertandingan tinju Burma. Orang-orang bisa datang berlatih dan mempelajarinya. Dengan begitu, tinju Burma akan semakin dikenal. Ini membutuhkan upaya pemasaran.”

Dawn Nyo Lay adalah petinju tradisional yang sangat terkenal. Dia berusaha menjembatani olahraga tersebut dengan masyarakat.

Dengan bantuan pengusaha setempat, dia membuka klub tinju bernama “Top One”

“Kami berusaha sebisa mungkin untuk mendukung para petinju muda. Uang saya tidak banyak, tapi klub tinju ini mendapat bantuan dari teman-teman saya yang cukup kaya. Klub ini punya peluang untuk berkembang di masa mendatang…Saya tidak akan menyerah, begitu juga murid-murid saya.”

Tapi petinju Saw Ohn Myint mengatakan, tinju tradisional Burma tidak menjanjikan karier yang indah.

Dia bahkan berencana segera pensiun.

“Saya ingin membangun bisnis lain. Tidak ada dukungan dari pemerintah di negara ini, tinju tradisional justru direndahkan. Kami juga harus menghidupi keluarga kami.”

Ada sekitar 12 petinju Burma yang akan bersaing dalam Muay Thai pada SEA games mendatang.

Mereka berharap satu hari nanti bisa bertanding secara internasional dengan memainkan tinju tradisional Burma.
 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Ekonomi Indonesia di Tengah Bayang-Bayang Ketidakpastian Global

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending