Pakistan Akan Larang Penjualan Senjata Mainan

Di setiap pasar Karachi ada sekitar 20 sampai 30 toko yang menjual senjata mainan.

INDONESIA

Sabtu, 09 Nov 2013 13:07 WIB

Author

Khawar Khan

Pakistan Akan Larang Penjualan Senjata Mainan

Pakistan, senjata mainan, mainan anak-anak, Osama bin Laden, Khawar Khan

Di Pakistan senjata mainan bernama Osama bin Laden sangat popular di kalangan anak-anak.

Senjata Osama itu dijual di berbagai pasar di Karachi dan permintaan akan mainan ini terus meningkat.

Senjata itu mulai beredar bulan Ramadan lalu dan banyak yang menjadikannya sebagai hadiah Lebaran atau perayaan lainnya.

Banyak anak seperti Bilal yang suka main dengan senajata mainan ini setiap hari.

Kali ini, Bilal yang berusia 5 tahun sedang bermain bersama teman-temannya di sebuah taman dekat rumah.

Mereka terbagi jadi 2 kelompok – ada yang jadi polisi dan pencuri.

Setiap anak memegang sebuah senjata mainan.

Bilal adalah putra Rahila Khan satu-satunya.

“Saya akan memberikan apapun yang Bilal mau. Anda tahu kan situasi di negara ini... Kami tidak mampu membelikan mainan bagus untuk anak-anak.”

Di setiap pasar Karachi ada sekitar 20 sampai 30 toko yang menjual senjata mainan.

Umar Shah sudah menjual senjata mainan selama 5 tahun terakhir.

“Permintaan terhadap senjata mainan ini terus meningkat, terutama saat Lebaran atau hari besar lainnya. Anak-anak datang kemari bersama orangtuanya. Harga senjata mainan yang paling murah sekitar 10 ribu rupiah. Sementara yang paling mahal mencapai 130 ribu rupiah.”

Dr Salman Shazad adalah asisten dosen psikologi di Universitas Karachi.

Dia meneliti masalah ini dua tahun lalu.

Kata dia, situasi keamanan dan ketertiban di Pakistan berdampak besar pada anak-anak – hampir setiap hari terjadi ledakan bom dan pembunuhan di sana.
 
Karena itu anak-anak lebih suka membeli senjata mainan ketimbang mainan yang bersifat mendidik.

“Tanggung jawab dasar ada pada orangtua. Mereka seharusnya tahu bagaimana kepribadian anak-anaknya. Apa yang mereka suka atau tidak suka, dan seperti apa teman-temannya. Saat orangtua membelikan senjata mainan sebagai hadiah ulang tahun anak, itu sangat berbahaya dan perlu mendapat perhatian. Untuk mengurangi kecenderungan ini, kita harus menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak. Kami juga mengajak orangtua agar memberikan buku dan mainan yang mendidik ketimbang senjata mainan sebagai hadiah untuk anak.”

Sebagian besar senjata mainan yang dijual di Karachi adalah barang impor.

Pejabat pemerintah daerah Karachi, Shoaib Ahmed Siddique mengaku bakal segera bicara dengan Kamar Dagang setempat soal pencegahan impor senjata mainan.

“Kami akan membuat orangtua menyadari situasinya. Kami  akan bicara dengan Kamar Dagang Karachi soal ini, sebab lebih dari 60 persen senjata mainan itu diimpor. Dan kami juga akan mengajukan UU ke dewan soal larangan senjata mainan. Anak-anak adalah masa depan negeri ini dan kami tidak ingin mereka tumbuh menjadi orang yang penuh kekerasan dan intoleran.”

Ateeq Mehar adalah ibu 3 anak.

Ia mengaku tak bisa menghentikan anak-anaknya bermain dengan senjata mainan.

Karena itu ia memutuskan untuk ikut bermain bersama anak-anak, untuk sekaligus mengajarkan mereka soal bahaya senjata.

“Anak-anak saya tidak punya banyak pilihan aktivitas dan mainan. Jadi saya terus-menerus mengecek apa yang mereka lakukan. Saya berusaha menciptakan lingkungan yang bebas kekerasan bagi mereka.”            


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Travel Advisory Amerika Jadi Refleksi?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11