Mau Berhasil Panen seperti di Vietnam?

Setiap bulan Desember, di dataran Tinggi bagian tengah Vietnam, akan digelar Festival Kurban Kerbau.

INDONESIA

Sabtu, 23 Nov 2013 14:24 WIB

Author

Vitri Angreni

Mau Berhasil Panen seperti di Vietnam?

Vietnam, panen, pertanian, kurban, Vitri Angreni

Setiap bulan Desember, di dataran Tinggi bagian tengah Vietnam, akan digelar Festival Kurban Kerbau. Festival yang berlangsung selama 3 bulan ini bertujuan agar panen berjalan sukses dan penduduk hidup berbahagia. Festival ini juga untuk menggambarkan kuatnya ikatan antara manusia dan alam.
 
Sebelum festival mulai, para pemuda desa akan pergi ke hutan untuk menebang empat pohon besar. Keempat kayu itu kemudian diukir dengan pola dan motif khusus, mewakili budaya spiritual, dunia mistis dan keyakinan unik yang ada di sana. Lalu kayu-kayu itu ditempatkan di empat sudut sebuah lapangan yang ada di depan rumah bersama.

Sore harinya, para pemuda desa yang mengenakan kaos warna-warni yang disebut ”Blan”  mulai menabuh gong dan drum. Semua orang dari berbagai usia berkumpul di halaman rumah bersama. Kerbau pun dibawa ke tengah-tengah lapangan dan diikat pada salah satu pilar.

Pemimpin upacara adalah seorang penatua desa yang disebut “Riu Yang”. Dia berdiri di samping kerbau yang diikat dan mulai berdoa pada dewa untuk keberhasilan panen. Setelah itu, laki-laki dan perempuan muda akan mulai menari di tengah lapangan.

Semakin cepat tambuhan musik, makin cepat gerakan mereka. Saat menari, penari perempuan akan memercikkan air ke para pria. Pria yang tidak cukup gesit menghindarinya, dipercaya akan sulit dapat jodoh. Tak heran para lelaki berusaha menghindar selincah mungkin.

Setelah tarian berakhir mulailah upacara pengorbanan kerbau. Para pria desa bergantian membunuh kerbau itu. Dia yang melakukannya dengan sekali tusukan bakal menerima pujian dan kehormatan besar. Setelah itu, kerbau akan dipotong-potong dan dagingnya dibagi-bagikan. Daging juga akan dimasak untuk di makan bersama di rumah komunal. Sedangkan tanduk kerbau akan digantung di dinding rumah bersama dan darahnya digunakan untuk mencuci harta desa.

Setelah upacara pengorbanan kerbau, ada acara hiburan. Sepanjang malam, orang-orang terus menari dan minum di tengah alunan musik gong, seruling dan drum. Selama festival, masyarakat akan menikmati berbagai makanan tradisional lezat seperti daging kerbau, nasi yang dimasak dalam bambu serta minuman tuak.

Festival ini memiliki makna spiritual yang mendalam dan mewakili gaya hidup dan kebiasaan masyarakat yang tinggal di dataran tingi bagian tengah Vietnam. Selain itu, perayaan ini juga punya peran penting untuk membentuk dan mewarnai identitas yang unik di wilayah ini. Festival ini dirayakan masyarakat Tay Nguyen, kelompok etnis minoritas Bahnar, Rhade, Sedang, serta Stieng. (holidaysvietnam.com)




Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Pemprov Jatim Minta Masyarakat Waspadai Dugaan Penipuan Seleksi CPNS

Kabar Baru Jam 14

Khawatir Jadi Target Demonstrasi Pro-Demokrasi, Mahasiswa China Melarikan Diri Keluar Hong Kong

Kabar Baru Jam 13