Ada Silicon Valley di Vietnam?

Vietnam kini bergantung pada perusahaan-perusahaan pemula di bidang teknologi atau start-up.

INDONESIA

Senin, 18 Nov 2013 15:19 WIB

Author

Lien Hoang

Ada Silicon Valley di Vietnam?

Vietnam, Saigon Hub, teknologi, Silicon Valley, Lien Hoang

Vietnam punya nama ambisius untuk proyek eksprimen ekonominya: Silicon Valley Vietnam.

Bakal butuh bertahun-tahun untuk mengikuti kesuksesan perusahaan teknologi di California, Amerika Serikat.

Tapi dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat sejak 1999, Vietnam butuh pemicu ekonomi.

Vietnam kini bergantung pada perusahaan-perusahaan pemula di bidang teknologi atau start-up untuk meraup pasar dengan 90 juta orang, terutama anak muda.

Steve Jobs telah menginspirasi banyak orang di Vietnam, terutama anak-anak muda yang bermimpi membangun perusahaan teknologi yang besar.

Gambar pendiri perusahaan Apple itu terpampang hampir di seluruh Saigon Hub, tempat berkumpul pegiat perusahaan baru bidang teknologi atau start-up.

Sekarang Pemerintah hendak menginspirasi warganya sendiri.

Baru-baru ini Pemerintah mengumumkan dua proyek besar: Silicon Valley Vietnam dan dana sebsar 11 triliun rupiah.

Kedua proyek ini lah yang akan menopang berkembangnya perusahaan baru di bidang teknologi di negara itu.

Nguyen Hai membantu menghubungkan pemerintah dengan dunia teknologi.

“Proyek ini adalah pertanda kalau Pemerintah telah sadar akan perusahaan baru bidang teknologi. Jadi mereka ingin mendukung dan mendorong pertumbuhannya di Vietnam.”

Belum ada penjelasan resmi dari pemerintah, tapi uang kemungkinan akan dipakai ke tempat yang disebut “akselerator” di Hanoi dan Ho Chi Minh City.

Di sana bakal ada mentor dan pelatihan untuk perusahaan baru ini.

Juga akan ada upaya menghubungkan perusahaan baru dengan investor.

“Gambarannya seperti ini... mereka bakal membantu para pemula sejak awal, dari ide bisnis, bagaimana mematangkan ide menjadi prototipe. Lalu menguji pasar, meluncurkan produk dan meningkatkan ke tahap yang lebih tinggi.”

Mereka yang skeptis mempertanyakan apa perlu pemerintah terlibat sebegitu jauh.

Tapi di negara komunis seperti Vietnam ide besar tak bakal mulus tanpa dukungan dari Pemerintah.

Mereka yang telah lama bergerak di bidang teknologi mengatakan, supaya perusahaan pemula bisa maju, mereka butuh dukungan aturan yang lebih efisien.

Chris Harvey, Direktur ITviec, sebuah website penyedia lowongan kerja yang terkait IT.

“Saya bakal mendukung apa pun yang bisa dilakukan Pemerintah untuk mewujudkannya... mempermudah izin, mempermudah pembayaran pajak ke pemerintah, membuat urusan dokumen lebih mudah. Jika ada program khusus bagi perusahaan atau perusahaan pemula, bakal lebih baik lagi. Misalnya, semacam pelacak untuk mempermudah keluarnya izin dan memulai usaha.”

Vietnam melihat contoh dari Korea Selatan, Malaysia dan terutama Singapura. Di sana pemerintah mengucurkan ratusan miliar rupiah untuk inovasi teknologi baru.

Vietnam juga punya kelebihan tersendiri.

Lebih dari separuh penduduknya berusia di bawah 30 tahun, dan sepertiganya punya akses internet.

Saat ini ada 120 juta langgangan ponsel dengan pasar sebesar 90 juta orang.

Anh-Minh Do adalah editor Tech in Asia, sebuah website teknologi pemula yang popular.
 
“Ini adalah era generasi baru, akan banyak penemuan baru. Banyak generasi muda yang mulai merintis bisnis, banyak juga mereka yang sudah berpengalaman mencoba untuk memulai bisnis baru. Pintu kesempatan dibuka selebar-lebarnya dan ini tidak pernah terjadi sebelumnya.”

Vietnam membutuhkan perusahaan pemula di bidang teknologi karena pertumbuhan ekonomi menyentuh titik terendah.

Tapi bidang teknologi informasi bisa terus bertahan sejauh ini.



Chris Harvey beginilah seharusnya.

“Teknologi informasi adalah industri terbaik di Vietnam. Tak perlu modal besar, tak perlu pabrik besar. Bisnis ini bersih, tidak mengeluarkan polusi, dan gajinya pun cukup besar. Dunia pun mulai bergerak ke arah teknologi informasi dari hari ke hari.”

Nguyen Thi Thu bekerja di Squar, seperti Facebook untuk Burma.

Menurut dia, perusahaan pemula di bidang teknologi punya karyawan yang sangat bersemangat.

“Saya melihat ada banyak kesempatan yang menantang bagi saya untuk kerja di sini. Saya bisa belajar banyak dari sini. Saya rasa Squar adalah perusahaan yang baik bagi saya untuk belajar dan berkontribusi bagi perusahaan.”

Squar juga berkantor di Saigon Hub.

Banyak bisnis pemula bidang teknologi yang berbagi kantor di sini karena bisa saling memicu inovasi.

Hoang Tran Quang Khai, salah satu pendirinya.

“Anda bisa bekerja di rumah atau di kedai kopi. Tapi tidak ada komunitas di sana. Jadi kalau Anda datang ke mari, Anda bisa dapat motivasi dari semua wirausahawan yang bekerja bersama Anda. Anda bisa berbagi sumber daya atau pengetahuan, pengalaman, sehingga bisa tumbuh sukses bersama.”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Sejumlah Kendala Vaksinasi Lansia

Kabar Baru Jam 8

Perkara Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

Kabar Baru Jam 10