Kontroversi Seputar Kandidat Perdana Menteri yang diusung Oposisi India

Partai oposisi utama India, BJP, baru saja mengumumkan calon Perdana Menteri mereka: Narendra Modi.

INDONESIA

Sabtu, 12 Okt 2013 13:09 WIB

Author

Bismillah Geelani

Kontroversi Seputar Kandidat Perdana Menteri yang diusung Oposisi India

India, kandidat Perdana Menteri, BJP, Narendra Modi, Bismillah Geelani

Para aktivis bergembira seiring pengumuman kandidat Perdana Menteri dari partai oposisi utama India, BJP.

Mereka berteriak “Narendra Modi adalah pemimpin yang India butuhkan”.

Pemimpin senior BJP, Arun Jaitley, menjelaskan alasan pencalonan Modi.

“Semua indikasi, penilaian kami terhadap opini publik, dan jajak pendapat menunjukkan popularitas Narendra Modi di antara orang-orang seangkatannya, baik di dalam maupun luar BJP, cukup tinggi.”

Modi saat ini menjabat sebagai Gubernur Negara Bagian Gujarat untuk kali ketiga.
 
Banyak yang memuji dia karena membuat kemajuan dalam bidang ekonomi dalam 12 tahun terakhir.

Pengusaha seperti Sunil Alagh mengatakan Modi menjadikan Gujarat sebagai tujuan investasi yang sempurna.

“Ketika Anda membandingkan Modi dengan orang lain atau pemerintah Gujarat dengan negara bagian lain, orang memilih Gujarat. Pertumbuhan Gujarat selama satu dekade terakhir merupakan yang tertinggi dan ini membuat Gujarat memimpin.”

Tapi keberhasilan Modi ini belum mampu membebaskan dia dari bayang-bayang kerusuhan komunal 2002.

Hampir 2 ribu Muslim tewas dalam kerusuhan itu dan Modi dituduh memulai dan membiarkan aksi kekerasan terjadi.

Shoma Chowdhary, editor politik majalah berita minguan Tehelka

“Dia adalah pemimpin yang membiarkan kerusuhan terjadi dan bahkan saya percaya, dia yang memulainya. Menteri Dalam Negerinya sendiri sudah ditangkap.”

Pemerintah Amerika Serikat terus menolak pemberian visa bagi Modi karena dugaan keterlibatannya dalam kerusuhan itu.

Dia tidak pernah dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan juga tidak penah meminta maaf... banyak orang meyakini itu sudah seharusnya dilakukan.

Tapi bukan itu yang diinginkan komunitas Muslim kata Aamir Raza Hussain, seorang sutradara teater Muslim.

“Kami tidak butuh permintaan maaf. Kami ingin kesalahan dalam kerusuhan itu dikoreksi. Kami ingin semua korban kerusuhan tahun 2002 direhabilitasi dengan penuh hormat dan adil. Kami ingin semua orang yang bertanggung jawab atas peristiwa 2002 itu dihukum.”

Pilihan kandidat Perdana Menteri BJP ini mengejutkan banyak orang, termasuk beberapa pemimpin paling senior partai itu.

Salah satu pendiri BJP, LK Advani, secara terbuka menentang keputusan itu.

Sudhindra Kulkarni adalah pembantu dekat Advani itu.

“Bisa dipahami kalau ada antusiasme di antara kader partai. Partai ini telah berada di luar kekuasaan selama 10 tahun. Dan wajar partai memilih orang yang populer di antara mereka dipilih sebagai calon Perdana Menteri. Tapi ada konstituen yang lebih besar jumlahnya yang tidak yakin dengan pilihan ini. Sejarah akan membuktikan kalau ini adalah pilihan yang salah.”

Tapi jurnalis senior Swapan Dasgupta punya pandangan berbeda.

“Mungkin kejam mengatakan ini tapi intervensi Advani tidak terlalu diperhitungkan saat ini. Saya pikir masyarakat tidak akan melihat masa lalu lagi, mereka lebih mementingkan bagaimana masa depan.”




Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Filipina Memperingatkan Warga Siaga Karena Gunung Taal Berpotensi Meletus Lagi