Stasiun Radio Alternatif untuk Warga Korea Utara

Salah satunya adalah Radio Free Chosun. Mereka sudah menyiarkan program berita, ficer dan analisa mendalam bagi warga Korea Utara selama hampir sepuluh tahun.

INDONESIA

Senin, 15 Sep 2014 12:46 WIB

Author

Vitri Angreni

Stasiun Radio Alternatif untuk Warga Korea Utara

Korea Utara, Radio, Gelombang Pendek, Seoul, Vitri Angreni

Media di Korea Utara sangat diatur oleh negara.

Tapi ada beberapa stasiun radio alternatif yang mengudara lewat gelombang pendek dari Korea Selatan ke Korea Utara.

Salah satunya adalah Radio Free Chosun. Mereka sudah menyiarkan program berita, ficer dan analisa mendalam bagi warga Korea Utara selama hampir sepuluh tahun.

Presiden Radio itu, Lee Kwang-Baek belum lama ini berkunjung ke Jakarta dan berbincang dengan Vitri Angreni soal program mereka.  


“Kami punya tiga program. Yang pertama program berita. Berisi informasi dari Korea Utara, Korea Selatan dan dunia yang disiarkan selama satu jam. Yang kedua program pendidikan. Lewat program ini kami ingin mengajarkan ide soal kebebasan, Hak Asasi Manusia dan demokrasi pada masyarakat Korea Utara. Yang ketiga adalah program Budaya. Dalam program ini kami putarkan informasi seputar lagu-lagu, film, drama atau sinetron asing.  

Q. Bagaimana respon para pendengar di Korea Utara soal program-program ini?

“Sebenarnya hampir mustahil untuk melihat secara langsung tanggapan masyarakat Korea Utara karena masyarakat di sana sangat tertutup. Namun kami bisa mendengarnya dari para pembelot yang melarikan diri dari Korea Utara yang mendengarkan program kami. Dari informasi tidak langsung itu kami tahu kalau ada orang Korea Utara yang mendengarkan siaran kami. Kami pernah melakukan survei terhadap 200 pembelot dan lima diantara mereka adalah pendengar Radio Free Chosun.”

“Tentu saja di Korea Utara mendengarkan siaran radio asing adalah kejahatan. Sebuah kejahatn politik yang bisa dihukum. Tapi hukumannya sekarang makin ringan dan ini berujung pada meningkatnya pendengar radio.” 

Q. Apa hukuman bagi orang yang kedapatan mendengarkan siaran radio Anda?


“Hukuman yang paling ringan adalah radio Anda diambil. Itu yang paling ringan. Tapi Anda juga bisa dipenjara. Yang paling berat adalah dieksekusi. Namun, eksekusi sudah jarang dilakukan. Yang kami dengar adalah masyarakat bisa menyuap petugas agar tidak ditangkap. Polisi dan sistem pengadilan di sana sangat korup. Korupsi merajalela. Karena hukuman yang makin ringan, pendengar kami pun makin bertambah.”

Q. Apakah menurut Anda, meningkatnya jumlah pendengar hanya semata karena hukuman yang makin ringan atau masyarakat di sana mulai sadar kalau sesuatu sedang terjadi di negara mereka?

“Ini poin yang bagus. Saya kira kedua hal itulah yang terjadi saat ini.“

Itu tadi Lee Kwang-Baek, Presiden Radio Free Chosun, yang mengudara lewat gelombang pendek dari Seoul ke Korea Utara.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8