Kota di India Dideklarasikan Sebagai Zona Bebas Daging

Pemerintah melarang total penjualan daging, telur dan penyembelihan hewan di dalam kota.

INDONESIA

Senin, 29 Sep 2014 12:29 WIB

Author

Shuriah Niazi

Kota di India Dideklarasikan Sebagai Zona Bebas Daging

India, Jain, vegetarian, zona bebas daging, Shuriah Niazi

Jainisme adalah salah satu agama tertua di dunia.

Agama ini mengajarkan untuk tidak melakukan kekerasan terhadap semua mahkluk hidup, seperti dijelaskan biksu Jain bernama Virat Sagar Maharaj
 
“Siapa pun yang hidup di dunia ini, hewan, manusia atau makhluk yang sangat kecil, mereka semua diberi hak untuk hidup oleh Tuhan. Jadi apa hak kita mengambil hak itu dari mereka? Ini semua tertulis dalam kitab suci setiap agama dan khususnya dalam Jainisme.”

Ada sekitar lima juta orang penganut agama Jain di India.

Kota pegunungan Palitana yang berada di negara bagian Gujarat merupakan rumah bagi beberapa tempat tersuci agama ini. Para pengikutnya tidak ingin terjadi pembunuhan apapun di sini.

Baru-baru ini 200 biksu Jain melakukan aksi mogok makan.

Mereka mengancam akan berpuasa sampai mati sampai kota itu dinyatakan sebagai zona vegetarian.
 
Salah seorang penganut Jain, Sardhar Sagar.

“Masakan mengandung daging dengan mudah ditemukan di kota ini. Ini bertentangan dengan ajaran agama kami. Kami selalu menginginkan pelarangan total terhadap makanan non vegetarian di tempat suci ini.”

Dan tampaknya mereka akan menang.

Negara bagian ini diperintah nasionalis Hindu, partai BJP, yang juga berkuasa secara nasional.

Pada 14 Agustus lalu pemerintah negara bagian Gujarat mendeklarasikan kota itu sebagai ‘zona vegetarian’.

Pemerintah melarang total penjualan daging, telur dan penyembelihan hewan di dalam kota.

Ini membuat nelayan seperti Nishit Mehru harus berhenti melaut.

“Kami sudah berhenti menjual apa saja di Palitana. Mereka seharusnya tidak memutuskan ini secara sepihak. Bagaimana kami bisa hidup jika tidak dibolehkan jualan ikan. Pemerintah seharusnya tidak mengambil keputusan karena ada tekanan.”

Mewakili para nelayan, Valjibhai Mithapura, membawa masalah ini ke pengadilan tinggi Gujarat.

Pengadilan sudah memanggil pemerintah negara bagian untuk menjelaskan soal pelarangan ini. Mereka menyatakan akan memutuskan apakah pelarangan itu melanggar hukum atau tidak.

Ada sekitar 65 ribu jiwa tinggal di Palitana dan 25 persen di antaranya adalah Muslim.

Syed Jehangir Miyan seorang ulama lokal.

“Ada banyak orang yang tinggal di kota ini dan mayoritas adalah non-vegetarian. Melarang mereka makan makanan non-vegetarian melanggar hak mereka. Kami sudah tinggal di kota ini selama puluhan tahun. Dan adalah sesuatu yang salah bila memberlakukan larangan ini di seluruh kota.”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kenali dan Obati Katarak Sejak Dini

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11