Jadi Tuan Rumah Olimpiade, Warga Jepang Bersemangat

Jepang terpilih menjadi penyelenggara Olimpiade 2020.

INDONESIA

Sabtu, 14 Sep 2013 13:04 WIB

Author

Sen Lam Radio Australia

Jadi Tuan Rumah Olimpiade, Warga Jepang Bersemangat

Jepang, Olimpiade, Fukushima, bencana nuklir, Radio Australia

Komite Olimpiade Internasional baru-baru ini memilih Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade 2020, menyingkirkan kandidat lainnya Madrid dan Istanbul.

Berita gembira itu disambut dengan suka cita dari ribuan orang di Tokyo yang berkumpul di depan Balai Kota.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berjanji kalau krisis di PLTN Fukushima yang lumpuh tidak akan mempengaruhi ibukota negeri itu.

Dan Gubernur Tokyo berjanji perhelatan Olimpiade bakal sukses dan meningkatkan ekonomi bangsa.
 
Sen Lam from Radio Australia berbincang denag Tsuneo Watanabe, Direktur Tokyo Foundation soal ini.


“Orang Jepang akan punya tujuan yang sama untuk bangsa ini. Menurut saya akan ada banyak insentif bagi rakyat Jepang dan pemerintah Jepang juga mendirikan yayasan untuk Olimpiade. Olimpiade adalah kegiatan internasional dan merupakan stimulus ekonomi yang bagus. Tidak hanya di dalam negeri Jepang, tapi juga dari para pengunjung dari luar Jepang yang datang kemari.”

Q. Dan menurut Anda penunjukan Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade terjadi di saat yang tepat?
 
“Ya karena saat ini Jepang sedang mengalami kebuntuan ekonomi bahkan politik.”
 
Q. Dan menurut Anda kesempatan ini akan memberikan sedikit hiburan bagi warga Jepang, setelah kengerian Fukushima, gempa bumi serta tsunami 2011?
 
“Pasti dan tentu saja salah satu titik lemah Olimpiade di Tokyo adalah ketakutan akan air yang bocor dari PLTN Fukushima Daiichi. Tapi ini juga kesempatan yang bagus bagi orang luar untuk mengunjungi Jepang setelah insiden tragis seperti itu, tidak hanya nuklir, tapi juga tsunami dan gempa bumi.”
 
Q. Menurut Anda, apa alasan penduduk Tokyo mendukung pesta olahraga ini?
 
“Menurut saya, sebelumnya pemerintah Jepang sudah menyosialiasikan rencana ini lewat media kepada masyarakat. Selain itu, orang Jepang menyadari kalau kami butuh tujuan bersama agar bisa bersatu sebagai warga negara Jepang. Saya kira setelah peristiwa gempa bumi dan nuklir itu, muncul masalah diplomatik dengan negara-negara tetangga.”
 
Q. Olimpiade 2020 merupakan Olimpiade ke-4 yang diselenggarakan Jepang. Apakah pengalaman ini bisa membuat Jepang bisa memberikan yang terbaik sebagai tuan rumah kali ini?

“Ya Jepang pasti mendapatkan keuntungan seperti efisiensi energi dan biaya dan juga sikap ramah lingkungan yang bisa ditunjukkan pada dunia. Pada saat yang sama, Jepang juga perlu memperlihatkan kesiapan menghadapi kasus darurat dan bencana.”
 
Q. Pelaksanaan pesta olahraga ini tinggal tujuh tahun lagi, dan ini bukan waktu yang panjang. Menurut Anda bisakah Jepang mempersiapkan semuanya tepat waktu?
 
“Saya tidak terlalu khawatir soal itu. Jika  orang Jepang sudah punya tujuan, semuanya akan lebih mudah. Tantangan terbesarnya adalah soal seberapa efisien Jepang akan mempersiapkan ini. Pemerintah Jepang sudah punya banyak utang. Bagaimana caranya mengembalikan efisiensi biaya, ekonomi, dan kesehatan keuangan pemerintah. Menurut saya, ini merupakan tantangan besar. Dan saya yakin Jepang bisa mencapai beberapa dari tujuan itu.”

Q. Menurut Anda bagaimana sikap masyarakat Jepang terhadap pesta olahraga itu? Apakah semua orang menyambut baik acara ini dan sepenuhnya mendukung upaya pemerintah?

“Ya. Saya sudan bicara dengan banyak teman dan mereka sangat bersemangat dengan hal ini. Karena sekali lagi, masyarakat Jepang sudah sangat stagnan pasca bencana itu dan munculnya masalah politik. Jadi mereka akan terhibur dengan pesta olahrga itu. Meski Olimpiade itu untuk perdamaian, tapi tetap ada persaingan yang melibatkan negara-negara dan orang-orang asing. Tapi setelah kompetisi, jelas akan tumbuh persahabatan, dan ini merupakan kebanggaan nasional.”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17