Dituding Korupsi, Presiden Filipina Hadapi Pemakzulan

1 Juli lalu, Mahkamah Agung telah memutuskan kalau program ini inkonstitusional karena tidak disetujui oleh Kongres.

INDONESIA

Senin, 04 Agus 2014 11:33 WIB

Author

Jofelle P. Tesorio

Dituding Korupsi, Presiden Filipina Hadapi Pemakzulan

Filipina, presiden, pemakzulan, program, Jofelle Tesorio

Presiden Filipina Benigno 'Noynoy' Aquino III meraih kemenangan berkat platform anti-korupsi yang diusungnya pada 2010.

Empat tahun kemudian, beberapa pihak menyerukan pemakzulan atas sang presiden karena melihat korupsi sistemik dan patronase politik.

Presiden Aquino secara agresif membela program belanjanya dalam sebuah pidato yang disiarkan secara langsung saat jam tayang utama di televisi.

Dia menegaskan program ini sah dan telah mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kenyataannya adalah bukan saya yang mereka lawan. Tapi warga Filipina yang mendapatkan keuntungan dari jalan yang benar dan lurus ini. Mereka menentang para siswa yang bisa belajar di kelas yang tidak lagi penuh sesak. Para siswa yang dilatih oleh fasilitas pemerintah. Para pengungsi yang diselamatkan oleh sistem peringatan dini yang lebih baik. Para pemukim informal yang diselamatkan oleh  program perumahan. Orang-orang miskin yang sekarang bisa mengakses layanan rumah sakit pemerintah dengan gratis.”

Aquino mengklaim program belanja yang disebut Program Percepatan Pencairan atau DAP ini telah membantu 2,5 juta warga Filipina untuk keluar dari kemiskinan tahun lalu saja.

Program bernilai 46 triliun rupiah ini dibuat tak lama setelah Aquino menjabat. Program ini memungkinkan Presiden mentransfer dana dari lembaga dan kantor cabang pemerintahan yang berbeda ke dalam proyek-proyek yang berbeda.

1 Juli lalu, Mahkamah Agung memutuskan kalau program ini melanggar konstitusi karena berdasarkan Undang-undang, dana yang digunakan harus terlebih dahulu disetujui oleh Kongres.

Presiden Aquino mengatakan mereka akan mengajukan banding.

“Kami akan mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan itu. Dan pesan saya ke Mahkamah Agung, kami tidak ingin mencapai titik di mana dua cabang yang sama dari pemerintah bertabrakan dan cabang ketiga harus turun tangan. Maka sangat sulit untuk memahami keputusan Anda.”

Popularitas Aquino berada di titik terendah saat ini.

Tiga usulan pemakzulan telah diajukan terhadap presiden. Dua yang pertama karena program belanja sementaranya. Sedangkan yang ketiga karena perjanjian pertahanan yang ditandatanganinya dengan Amerika Serikat.

Usulan ini diajukan oleh anggota parlemen sayap kiri yang menuduh Aquino mengkhianati kepercayaan rakyat.

IndayEspina-Varona, seorang blogger dan jurnalis ikut menandatangani usulan pemakzulan ini karena dia percaya uang itu mengalir ke pejabat pemerintah yang korup.
   
“Legislator diberi sejumlah besar uang dan menggunakannya untuk kepentingan proyek di daerahnya. Dan ini jelas tidak konstitusional.”

Tapi dia mengakui Aquino tidak mungkin dilengserkan karena masalah ini.

Yang dia inginkan hanyalah untuk menekan Presiden agara mau menjawab pertanyaan tentang aliran uang itu.

“Berapa banyak kasus pemakzulan yang diajukan terhadap bekas Presiden Arroyo tapi tidak ada yang berhasil. Tapi pemimpin Parlemen Minoritas hari ini mengatakan pemakzulan diamanatkan secara hukum oleh konstitusi jika menjadi satu-satunya cara agar masyarakat bisa mengajukan pertanyaan, pertanyaan spesifik, tentang kebijakan presiden.”

Pihak oposisi sedang mempersiapkan tuduhan kasus korupsi terhadap sekretaris anggaran dan anggota kabinet lainnya.

Dan Senat Filipina telah memulai penyelidikannya sendiri. Di antara mereka yang ditanyai adalah sekretaris anggaran, Butch Abad.

Dia mengatakan pada Senat kalau pendekatan belanja baru mereka untuk kepentingan rakyat.

“Filipina tidak akan menjadi salah satu negara dengan kinerja ekonomi terbaik di Asia dengan bermain aman. Kami tidak menjadi pelopor transparansi global dengan bermain aman. Kami melakukan semua ini dengan keberanian dan pikiran untuk mengejar inovasi dan reformasi di bawah kepemimpinan Presiden Aquino.”

Rodelia Apolinario adalah orangtua tunggal dengan empat anak yang semuanya berusia di bawah 13 tahun. Ia  mengaku mendapat banyak manfaat dari program belanja Presiden Aquino.

Dia hidup dengan 500 ribu Rupiah per bulan. Untuk kali  pertama dia menerima uang tunai dari pemerintah melalui program yang disebut 4-Ps.

“Beberapa petugas kesejahteraan sosial mewawancarai saya. Setelah mengetahui kondisi saya yang memprihatinkan, mereka menelepon saya dan meminta saya untuk menghadiri pertemuan untuk menjadi anggota 4-Ps. Setelah dua bulan, saya menerima cek. Uang itu dimaksudkan untuk biaya kesehatan dan pendidikan anak-anak saya.”

Rodelia sekarang mendapatkan sekitar 600 ribu Rupiah dari pemerintah untuk biaya sekolah tiga anaknya. Jika anak-anak tidak bersekolah, bantuannya akan dikurangi.

“Skema transfer uang tunai pemerintah ini banyak membantu saya. Kami tidak perlu lagi berpikir bagaimana membawar uang sekolah. Setelah bantuan kami terima langsung kami bayarkan ke sekolah. Begitu banyak orang yang telah dibantu oleh program ini.”
 
Dia berharap program ini akan terus berlanjut.

Tapi banyak orang lain seperti kaum miskin kota di Manila yang telah dipindahkan dari daerah banjir oleh pemerintah mengaku, belum menerima uang yang dijanjikan pemerintah.




Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17