Perempuan Laos Membersihkan Jutaan Bom yang Tidak Meledak

Para perempuan ini berada di garis depan kampanye untuk membersihkan lebih dari 80 juta bom yang tidak meledak di Laos.

INDONESIA

Sabtu, 26 Jul 2014 11:49 WIB

Author

Sally Sara Radio Australia

Perempuan Laos Membersihkan Jutaan Bom yang Tidak Meledak

Lao, perempuan, bom, Perang Vietnam, Radio Australia

Sebuah kelompok perempuan pemberani melakukan tugas besar...menemukan dan menghancurkan jutaan bom yang tidak meledak di Laos.

Jumlah bom yang djatuhkan di negara itu lebih banyak dari pada jumlah penduduknya.  

Amerika Serikat menjatuhkan lebih dari 260 juta kotak yang berisi bom-bom kecil di Laos selama Perang Vietnam.

Sally Sara dari Radio Australia menyusun laporannya untuk Anda.


Perempuan dari tim pembersih bom menggunakan pengeras suara untuk memperingatkan masyarakat sekitar akan ada ledakan.

Para perempuan ini berada di garis depan kampanye untuk membersihkan lebih dari 80 juta bom yang tidak meledak di Laos.

Penditeksi metal mereka akan berdegung setiap kali mereka menemukan sesuatu.

Phou Vong yang berusia 46 tahun adalah anggota tim Kelompok Penasehat Ranjau Darat yang bekerja di provinsi Xieng Khouang, Laos.

Ia mengatakan tidak akan pernah melupakan saat pertama kali menemukan sebuah bom.

“Saya sangat bersemangat sekaligus takut. Saya sempat ragu, tapi saya pikir saya seharusnya gembira. Karena saya bekerja untuk membantu masyarakat.”

Amerika Serikat memborbardir Laos selama Perang Vietnam, untuk memutus rute pasokan bagi Vietkong.

Pemboman dilakukan setiap delapan menit selama sembilan tahun.

Banyak dari bom yang dijatuhkan adalah kotak bom berukuran besar dan berisi ratusan bom kecil.

Anggota pembersih bom, Phou Vong, mengatakan Amerika Serikat seharusnya melakukan banyak hal untuk membantu membersihkan warisan yang mereka tinggalkan.

“Jika kita ingin membersihkan bom-bom ini, saya ingin mereka lebih banyak membantu. Apa yang mereka lakukan saat ini belum cukup karena ada banyak sekali bom.”

Lebih dari empat dekade setelah perang berakhir, bom-bom itu masih mengambil nyawa dan membuat orang cacat.

Lagu ini sekilas terdengar seperti lagu anak-anak. Tapi anak-anak di daerah ini sedang belajar sebuah lagu yang bisa menyelamatkan nyawa mereka.

Mereka diperingatkan untuk tidak menyentuh bom-bom kecil yang dijuluki bombie.

Bom seukuran bola tenis ini bisa meledak setiap saat.

Pekerja sosial asal Australia bernama Colette McInerney dari Dunia Pendidikan Laos mengatakan beberapa korban kehilangan harapan.

“Ini bisa menimbulkan trauma. Korban tidak mau lagi bicara dengan orang lain dan banyak yang berpikir untuk bunuh diri.”

Lebih dari 20 ribu orang tewas atau terluka akibat bom ini di Laos, sejak perang berakhir.

Tidak ada yang tahu berapa banyak waktu atau uang yang dibutuhkan untuk menghancurkan semua bom yang tidak meledak yang tersebar di pedesaan Laos.

Bisa jadi ini tugas yang memakan waktu beberapa generasi.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah