Badan Amal Vietnam Manfaatkan Sisa Makanan

Mereka memungut sisa makanan restoran dan memberikannya kepada masyarakat yang kurang beruntung.

INDONESIA

Senin, 14 Jul 2014 09:51 WIB

Author

Lien Hoang

Badan Amal Vietnam Manfaatkan Sisa Makanan

Vietnam, amal, 6789, makanan, Lien Hoang

Jika Anda membuang makanan, Anda akan merasa bersalah kalau tahu ada jutaan orang kelaparan setiap hari.

Sebuah badan amal di Vietnam mencoba mengatasai masalah ini.

Mereka memungut sisa makanan restoran dan memberikannya kepada masyarakat yang kurang beruntung.

Minggu pagi yang mendung, tidak membuat sekelompok orang membatalkan hajatan besar.

Badan amal yang disebut 6789 memasak makanan yang dibutuhkan warga Vietnam setiap minggu.

Baru-baru ini mereka bermitra dengan Geoffrey Deetz, pendiri restaurant Black Cat.

Setiap kali ada hajatan besar, Deetz menyumbang sisa makanan untuk badan amal ini. 

“Setiap saya pulang ke rumah, lemari pendingin saya penuh makanan. Ini terjadi bertahun-tahun. Tidak ada kulkas yang bisa membuat makanan awet. Jadi makanan berlimpah ini akan terbuang.”

Daripada membuang makanan, Deetz memberikannya kepada badan amal.

Badan amal ini kemudian memasaknya kembali sesuai lidah orang Vietnam.

Penasehat Badan Amal, Nguyen Hong Ngoc menilai ini penting untuk menghargai penerima makanan ini.

“Tidak ada yang mau seperti mereka memakan makanan bekas. Jadi agar tidak menyinggung mereka, kami memberikan makanan yang layak. Dengan cara yang sama seperti sebuah keluarga memberi makanan.”

Badan Amal 6789 tidak hanya menyediakan makanan untuk tunawisma, tetapi juga pasien rumah sakit dan keluarga mereka. Pasalnya kebanyakan rumah sakit di Vietnam tidak menyediakan makanan.

Orang-orang seperti Truong Thi Ngoc Anh tidak punya dapur dan tidak mampu membeli makanan.

“Ketika ibu saya sakit, kami datang ke rumah sakit. Setiap minggu, relawan memberi kami makanan. Bagi pasien, makanan itu sangat baik. Belum lagi para relawan sangat antusias, mereka datang ke rumah sakit dan member pasien voucher makanan.”

Deetz mengatakan ingin mengajak hotel dan restaurant prasmanan bergabung, karena banyak makanan mereka terbuang.

“Saya pikir, apa yang perlu kita lakukan adalah pergi ke hotel bintang lima, juga hotel lainnya dan coba membantu mereka memanfaatkan sisa makanan. Mereka harus mengerti mengenai pelayanan mewah yang tidak masuk akal karena dilakukan di atas Negara miskin dan banyak orang kelaparan.”

Dang Quoc binh adalah pendiri Badan Amal 6789.

Dia mengaku terdorong untuk menolong mereka yang kurang mampu.

Dia belajar nilai tanggungjawab sosial ini dari almarhum ayahnya yang seorang perwira militer.

“Bagaimana menjalani hidup, bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik adalah pengaruh terbesar ayah saya. Kedua, ketika datang beramal, saya fokus untuk membantu orang yang mengalami kesulitan.”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Persiapan Pemerintah Jawa Barat Hadapi New Normal